Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Administrasi - Palembang, Sumatera Selatan

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ngail di Hari Natal

25 Desember 2021   10:39 Diperbarui: 25 Desember 2021   10:54 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

(1)

Sepasang kaki berselonjor di atas gedung

Sebatang kail panjang tajam menunjuk langit

Sebuah pelampung kecil bergoyang pelan

Ada banyak ikan besar berenang dibawah sana

(2)

Hari telah beranjak siang menuju rehatnya

Mendungpun mulai terlihat bergelantungan

Sepasang kaki itu tampak kian bersemangat

Berkali-kali kail itu direnggutnya dengan tawa

(3)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun