Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Penyuka Puisi

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Smiggle Puisi

26 November 2018   10:00 Diperbarui: 26 November 2018   10:02 0 3 0 Mohon Tunggu...

(1)

Pagi masih berkelindankan huruf dan kata nan malas

Nyanyian gerimis memola bulatan bening pada genang rindu hari yang beku 

Secawan kopi tubruk terhempaskan sunyi digigilnya sendirian  

Jemari pagi tak jua memaksa beringsut dari meringkuknya enggan  

(2)

Waktu sepertinya sengaja membiarkan dirinya bugil terlentang

Berasa pasti giur kemesraan yang dimauinya mengalirkan kelir pada langit berkabut

Ia tak sabar agar semua kejap liarnya asa cinta datang merajut warna kepastian

Seperti puisi menumpahkan kerinduan kekasih pada bercariknya lirik      

(3)

Pagi kiranya masih seperti yang dulu kala ketika malas menerjang

Nyanyian gerimis kian menjadi jadi meringkuk waktu yang telah kadung membeku

 Bercawan kopi tubruk baru tlah tumpah dihempaskan kesunyiannya sendiri

Namun seperti puisi, ia tetap saja memesrai huruf dan kata tanpa jeda