Mohon tunggu...
Frengky Keban
Frengky Keban Mohon Tunggu... Jurnalis

Penulis Jalanan.... Putra Solor-NTT Tinggal Di Sumba Facebook : Keban Bala Engky IG. :keban_engky

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Melihat Keindahan Sumba Barat Daya dari Radar

15 Juli 2019   19:32 Diperbarui: 15 Juli 2019   19:47 0 4 2 Mohon Tunggu...
Melihat Keindahan Sumba Barat Daya dari Radar
Dokpri

Sumba Barat Daya memang baru berumur 12 tahun sejak dimekarkan 2007 silam namun siapa sangka dari Kabupaten inilah lahir sejuta keindahan yang tiada taranya. Jangan jauh-jauh, Laguna Weekuri, Bukit Lendongara, Pantai Oro, Pantai Mananga Aba, Situs Rumah Adat Ratonggaro dan sejumlah tempat wisata lainnya. Kesemuanya menyebar dari Loura, Wewewa hingga Kodi. 

Namun sebagai pencinta travelling terasa kurang lengkap jika kemudian tidak bicara soal Bhawana/Batu Lobang dan Watu Malando yang berada di Desa Kahale-Kodi Blaghar. Iya keduanya kini telah menjelma jadi tempat favorit di Sumba bahkan di NTT. Hal ini tidak lepas dari keindahan pantai yang dibumbui dengan pasir putih membentang sejauh mata memandang. Belum;lagi, keindahan pantai itu terasa lengkap dengan batu karang yang berdiri kokoh di pinggiran pantai, bahkan salah satunya menyerupai batu berlobang.

Untuk mencapai tempat wisata itu, para pelancong maupun traveler tidak perlu cemas. Hanya dengan kendaraan roda dua dan empat dalam kurun waktu 2 jam dari Tambolaka-Ibukota Sumba Barat Daya para pencinta travelling bisa mencapai tempat itu. Kalaupun rumit untuk menikmatinya keindahan keduanya ataupun sekedar merasakan pasir putih secara dekat akibat air laut pasang tidak perlu risau. 

Anda cukup datang ke tebing Radar AU. Di tempat inilah representasi keindahan SBD itu berada seperti yang disampaikan, warga Kodi Blaghar, Petrus Ana Lalo kepada tim media saat bersama-sama menguak keindahan Watu Malando dan Bhawana dari atas tebing Radar.

"Surga sesungguhnya ada disini,"katanya.

Dokpri
Dokpri
Petrus bukan satu-satunya yang berani menyebut tempat itu surga sesungguhnya ada di sini, rekan-rekan pers pun sependapat. Hal ini tidak lepas dari lokasi Radar AU yang berada ketinggian dan dengannya kita bisa melihat kedua objek wisata tersebut dengan sangat jelas, bahkan di bawah tering matahari sekalipun. Apalagi, tempat tersebut ditumbuhi dengan rumput hijau yang menjamin mata pengunjung tidak akan lelah menatap laut di sebelah selatan pulau Sumba tersebut.

Cukup disitu? Oh.. tidak, nyatanya di tempat itu tersimpan mutiara lain tentang sumba yang mestinya didalami dengan hati dan dimengerti dengan pikiran terbuka. Iya kawasan tersebut yang semula ditutupi rumput yang menguning diatas lahan seluas 32 hektare sudah disulap jadi tempat peristirahatan yang menarik bagi para pengunjung. Pepohonan yang semula dibiarkan mulai ditata rapi. Ada beberapa bangku dari kayu sudah tersedia namun belum diurus baik. Rindangnya pohon dengan beberapa rantingnya menyuntai serupa ayunan membuat tempat itu di masa mendatang menjadi tempat wisata baru di SBD.

"Tempat ini indah dan tentu akan ramai dikunjungi orang. Iya ditempat ini kita bisa menikmati alam sumba juga bias melihat dua objek wisata yang terkenal itu,"seloroh Edi Beren, Jurnalis dari Harian Timex saat perjalanan kami mulai mencapai puncak.

Dan jejak kaki kekagumanpun kami tinggalkan sejenak seiring lelah yang menggeroti tubuh di siang itu, namun cerita indah Watu Malando dan Bhawana dari Radar AU tetap akan jadi cerita hidup yang akan terus tersimpan rapi dalam benak kami hingga cerita itu kami wariskan buat mereka yang ingin berkunjung ke Sumba khususnya Sumba Barat Daya. Bahwa surge kecil itu ada di sini, di tana Loda Wee Maringi, Pada Wee Malala.

Dokpri
Dokpri