Mohon tunggu...
Kazena Krista
Kazena Krista Mohon Tunggu... Freelancer - Membaca. Menulis. Foto-Kopi.

Tinggal di Palembang. Twitter/Instagram: @kazenakrista_

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Warisan

29 Agustus 2021   12:40 Diperbarui: 29 Agustus 2021   12:46 59 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Warisan
Perkamen (Sumber: Pexel | Maria Orlova) 

1.
Menjelang di menit-menit usianya yang kedua puluh, hal itu hadir dengan utuh meski alasannya tak sepenuhnya mampu ia pahami. Namun, ia mencintai ibunya dan merasa ibunya pantas mendapatkan itu selama dua puluh tahun ini dan di tahun-tahun yang akan datang.

2.
Dua hari setelahnya, saat duka menyusup dalam hati, yang tak ia pahami berkunjung tanpa permisi tentang bahwa kata-kata adalah peradaban: melahirkan cinta—atau menyembunyikannya, memberikan luka—atau menyembuhkannya, menaikkan raja-raja—atau membuat mereka kelak akan dipandang hina, dan tentu saja menabahkan hatinya di depan tubuh kaku ibunya.

3.
Ia berterima kasih untuk apa yang diwariskan ibunya padanya dan yang ia tahu sejak saat itu adalah dunia perlu diwarnai.

— K K

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
29 Agustus 2021
LAPORKAN KONTEN
Alasan