Mohon tunggu...
Kayyis Miftahul Ulya
Kayyis Miftahul Ulya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Agribisnis Universitas Diponegoro hobi membaca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Mahasiswa KKN UNDIP Mengenalkan Inovasi Pembuatan Teh Biji Alpukat

11 Agustus 2022   12:44 Diperbarui: 2 September 2022   19:42 965
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hasil Pelatihan Berupa Produk Teh Herbal Biji Alpukat (Dokpri)

Waleng,Girimarto, Wonogiri (17/07/2022) - Mayoritas masyarakat Desa Waleng menanam tanaman alpukat dan selama ini masyarakat kebanyakan memakan alpukat hanya bagian daging buahnya. 

Alpukat merupakan buah yang dikenal kaya akan kandungan yang menyehatkan. Buah alpukat memiliki kandungan gizi yang tinggi, mulai dari daunnya sampai biji alpukat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal. 

Biji alpukat biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan atau dikonsumsi oleh masyarakat karena masyarakat Desa Waleng menganggap bahwa biji alpukat sudah tidak dapat digunakan atau dikonsumsi Kembali. 

Menurut penelitian para ahli, biji buah alpukat mengandung alkaloid, tanin, terpenoid, saponin, flavonoid, cyanogenic glikoside. Zat aktif tersebut memiliki efek antimikroba yang sangat bermanfaat bagi tubuh. 

Biji alpukat juga kaya akan senyawa fitokimia yang membawa manfaat antioksidan . Antioksidan dalam biji alpukat  sangat berguna untuk tubuh karena mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti menurunkan kolestrol,mengontrol gula darah,menstabilkan tekanan darah, dan membantu mencegah penyakit kronis.

Berdasarkan permasalahan tersebut Mahasiswa KKN Tim II Univeritas Diponegoro tahun 2022 dengan bimbingan Dr. Ir. Suzanna Ratih Sari, MM. MA melakukan kegiatan pelatihan peningkatan mutu pasca panen produk pertanian dengan pembuatan teh dari biji alpukat di Desa Waleng,Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. 

Program kerja ini juga telah disetujui oleh Bapak Agus Haryanto selaku Kepala Desa Waleng. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Dusun Bulu Desa Waleng dengan audiens anggota PKK Dusun Bulu. 

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan dilanjutkan pelatihan pembuatan teh dari biji alpukat. Pelatihan pembuatan teh dari biji alpukat diawali dengan memarut biji alpukat, setelah diparut lalu dikeringkan selama 1-2 hari, memasukkan parutan biji alpukat ke dalam tea pouch,selanjutnya rekatkan kantong teh dengan alat perekat, memasukkan teh kantong dalam kemasan. Dan the siap untuk dinikmati. 

Teh dari biji alpukat lebih nikmat jika dikonsumsi atau diminum menggunakan madu. Peningkatan mutu suatu produk dilakukan dengan pemberian kemasan dan pemberian label pada produk. 

Kemasan berfungsi  memberikan perlindungan kepada produk dan label berfungsi sebagai pemberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan.

Penyampaian Materi Pelatihan Pembuatan Teh Biji Alpukat (Dokpri)
Penyampaian Materi Pelatihan Pembuatan Teh Biji Alpukat (Dokpri)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun