Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik ... dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Omong Kosong Istri Kedua

25 April 2022   14:11 Diperbarui: 25 April 2022   14:17 246
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Yang pertama selalu istimewa, tetapi karena yang kedua yang pertama bisa terlupa. Namun, karena yang kedua bisa jadi masalah juga akhirnya.

Sebenarnya saya enggan menuliskan soal hal ini karena bisa jadi merupakan sebuah aib.

Berkali-kali ingin menulis, tetapi tidak jadi. Ibarat kata mesti berpikir sampai seribu kali.

Karena beberapa waktu tidak menulis, sehingga katanya ada yang merindukan saya. Walaupun katanya, paling tidak bisa menjadi penghiburan  tersendiri. Masih ada yang merindukan. 

Akhirnya saya pun timbul keinginan untuk menjelaskan agar masalahnya terang-benderang. Biarlah  tiada dusta di antara kata. Mengapa saya tidak menulis--tepatnya sih tidak menulis di Kompasiana belakangan ini.

Saya harus mengakui beberapa waktu ini tidak aktif di Kompasiana dan beberapa grup WhatsApp karena ada masalah. Hal yang menjadi masalah buat saya, tetapi belum tentu menjadi masalah bagi orang lain.

Apa nih masalahnya?

Istri kedua. Ya, gara-gara istri kedua ini saya jadi sulit untuk eksis di Kompasiana dan beberapa grup WhatsApp.

Selama ini karena istri kedua ini yang membuat saya bergairah untuk terus menulis. Membuat lupa waktu karena aktif di beberapa grup perpesanan.

Istri kedua inilah yang selalu setia menemami. Dari pagi sudah bercumbu mesra. Bahkan bisa sampai dini hari. Bagaimana saya tidak menyayanginya? 

Saking sayangnya jadi lebih sering sama dia daripada yang pertama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun