Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kebaikan Berbalas Ketakbaikan

25 Januari 2022   17:02 Diperbarui: 3 Mei 2022   08:47 221 44 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar diolah dari postwrap 

Apakah kebaikan akan berbalas kebaikan pada saat ini?

Tidak. Ini realitas. Bukan omong kosong belaka. 

Pernahkah menolong seseorang, alih-alih berterima kasih, apalagi membalas dengan kebaikan. Namun, justru balik memfitnah. Lupa akan budi yang pernah terjadi. 

Memang beginilah dunia ini segalanya bisa terjadi. Bila memaknai dengan perasaan, bukan dengan akal sehat pasti akan kecewa setengah mati. 

Mengapa begini? Mengapa semesta tidak adil? Mana hukum 'menuai apa yang ditabur' yang dikatakan sebagai kebenaran? 

Mengapa kebaikan ini berbalas fitnah dan sakit hati?

Tentu tidak sesederhana ini memahami kebenaran ini. Kita pun perlu menyadari dan membuka diri memahami apa yang terjadi. 

Bukan kebaikan tidak berbalas kebaikan, tetapi keburukan yang kita terima bisa jadi adalah buah dari keburukan yang pernah kita lakukan. 

Karena sebagai  manusia yang diingat hanya pernah melakukan  kebaikan. Padahal tanpa sadar banyak pula melakukan kesalahan atau kejahatan. Terlepas menyadari atau lupa tetap akan ada akibatnya. 

Yang tetap harus diyakini adalah bawah setiap benih kebaikan yang akan ada hasilnya pada suatu hari. 

Kebaikan apapun yang telah dilakukan lebih baik ikhlaskan saja, agar dapat tumbuh dan bersemi dengan baik pula. Kebaikan itu tidak selalu datang atau berbalas dari mereka yang telah menerima kebaikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan