Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Omong Kosong Pengelolaan Uang

12 Oktober 2021   22:35 Diperbarui: 12 Oktober 2021   22:51 223 43 19
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Yang paling menyedihkan itu ketika mau pinjam uang, malahan diceramahi dalam urusan mengelola. Habis itu tidak dikasih.

Saya bisa mengatakan  begini karena pernah mengalami sehingga tanpa menyadari air mata membasahi pipi. Ini bukan sekadar air mata kesedihan, tetapi air mata yang menguatkan. 

Ada juga memang, setelah memberikan seribu satu nasihat masih berempati memberikan pinjaman. Walaupun sebenarnya ingin menolak demi gengsi, tetapi tetap menerima demi melanjutkan hari. Dalam hati berjanji, ini yang terakhir kali. 

Kadang kita tidak mengerti bahwa yang lebih mendesak itu bukan cara pengelolaan uang yang orang lain butuhkan, tetapi segera memberikan bantuan. 

Jangan-jangan ceramah kita malah menjadi benteng agar terhindar dari beban memberikan pinjaman dengan segala pembenaran. 

Jangan-jangan  nasihat kita sekadar omong kosong demi menghindari untuk memberikan bantuan. 

Soal menyisihkan penghasilan untuk menabung jauh di  lubuk hati sangat ingin. Masalahnya adalah apa yang mau ditabung, bila untuk kebutuhan sehari-hari saja kurang? 

Sedih hati ini. Acap kali seseorang membandingkan kondisi dirinya dengan orang lain. Tidak mau tahu kondisi yang sebenarnya. Mungkin juga pernah mengalami kecewa sehingga menjadi trauma. 

Kekurangan uang masalahnya bukan selalu soal pengelolaan uang yang tidak baik. Bisa jadi  karena memang gaji yang diterima kecil. Tidak mencukupi. 

Mungkin juga orang diceramahi hidupnya lebih berguna yang dalam kekurangannya masih rela membantu saudara  atau membiayai orangtua di kampung  sehingga dirinya kekurangan.

Apakah kita pernah berpikir seperti ini? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan