Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Orang Suku Ini Tidak Dapat Dipercaya, Omong Kosong

27 September 2021   12:22 Diperbarui: 27 September 2021   13:34 211 42 20
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Orang Suku Ini Tidak Dapat Dipercaya, Omong Kosong
Gambar diolah dari Canva 

Kata-kata tentang suatu hal yang kemudian menjadi persepsi tak jarang justru menyesatkan karena pada kenyataan bukan kebenaran. Stigma tentang suku tertentu misalnya. 

Seorang teman merasa kesal dengan rekan-rekan kerjanya yang dianggap bermuka dua. Di depan bermanis kata, di belakang menista. 

Di depan bicara tidak apa-apa, di belakang menghina. Bagaimana rasa yang ada bila mengalami hal ini di tempat kerja?

Gelisah dan terluka karena tidak pernah menyangka. 

Kenapa bisa? Itulah manusia di dunia yang pandai bersandiwara. Muka dan bicara bisa semulia malaikat, tetapi di hati penuh dusta nan jahat. 

Mungkin karena kesal dan sudah punya persepsi negatif sebelumnya sehingga teman ini menegaskan ternyata benar bahwa suku ini tidak bisa dipercaya. Lain di bibir lain di hati. 

Karena selama ini keluarga atau teman sering mengatakan hal ini sehingga ia menjadi semakin percaya. 

Ia yang sebelum itu memiliki  persepsi demikian lalu bertemu kejadian yang demikian semakin jadi kebenaran. 

Namun, saya mengingatkan kebenarannya bukan demikian. Karena soal tidak dapat dipercaya orang apa  sama saja. Mau suku apapun pasti ada yang punya sifat ini.

Jadi, orang yang tidak dapat dipercaya bukan hanya milik suku tertentu, tetapi semua makhluk yang bernama manusia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan