Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Antara KAMI dan Bu Tejo

24 Agustus 2020   20:52 Diperbarui: 25 Agustus 2020   07:43 401 37 18 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antara KAMI dan Bu Tejo
Tokoh Bu Tejo dalam film Tilik, Kompas.com


Katedrarajawen _Apa itu KAMI? Semua pasti sudah tahu. Siapa orang-orangnya dijamin juga sudah pada tahu. Bila tidak tahu, pasti akan segera mencari tahu. 

Bu Tejo, tokoh dalam film pendek Tilik yang sedang trending dan viral, pasti semua pun sudah tahu. Saya yang tadinya tidak tahu, tahu-tahu segera mencari tahu. 

Siapa itu Bu Tejo? Ini gara-gara ada yang berkomentar di tulisan saya tentang Bu Tejo, mengusik rasa ingin tahu. 

Zaman internet membuat semua orang serba tahu. Semua orang begitu mudah mencari apa yang ingin diketahui. Bu Tejo saja yang tinggal jauh di sana apa-apa sudah tahu. Bahkan melebihi apa yang dia ketahui. 

Masalahnya, jangan sampai keingintahuan  ini menjebak kita dalam ketidaktahuan. Maksudnya  yang kita tahu itu bukan demikian kebenarannya, tetapi seakan sudah mengetahui segalanya sebagai kebenaran.

Keingintahuan yang termakan oleh ketidakbenaran ini namanya.  Ini memabukkan. 

Melebihkan apa yang diketahui mungkin sudah hal biasa. Namun  melebihkan  ketidaktahuan itu keterlaluan.  Malang ya ini bisa menjadi kebiasaan. 

KAMI punya tujuan mulia hendak menyelamatkan Indonesia. Yang ini memang membuat bingung. Entah menyelamatkan dari apa? 

Ini yang susah dicari tahu. Buktinya saya masih bertanya-tanya. Mencari tahu di internet pun yang muncul masih tanda tanya. 

Soal  Bu Tejo ini jangan ditanya, sudah jelas tujuannya. Cerita yang ada pasti bukan  menyindir KAMI, tetapi kita. Ya, kita. Mau ibu-ibu, mau bapak-bapak. Sama saja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN