Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Membalas Kebencian dengan Tidak Membenci

24 Agustus 2020   09:18 Diperbarui: 24 Agustus 2020   10:28 143 36 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membalas Kebencian dengan Tidak Membenci
Gambar : Canva.com

Katedrarajawen _


Kebencian tidak akan pernah berakhir, apabila dibalas dengan kebencian.

Kebencian baru akan berakhir, bila dibalas dengan tidak membenci. 

Inilah satu hukum abadi. Pesan Buddha, manusia yang telah mencapai kesadaran tertinggi. 

Dua ribu tahun lebih darma ini menjelajahi dunia, demi tujuan menyentuh hati, bukan hanya manusia, tetapi juga makhluk lain dan dewa. Kata-kata yang lebih berharga dari permata. 

Membalas kebencian dengan kebencian itu saling menyakiti. Ego yang menguasai. Bila sang penguasa itu nurani, kebencian akan berbalas mengasihi. Itulah manusia sejati. 

Membalas kebencian dengan doa, berharap yang membenci dapat berubah dan terbebas dari derita. Percaya, membalas kebencian dengan tidak membenci akan hadir bahagia. Begini sejatinya menjadi manusia, apalagi yang beragama. 

Beragama masih setia memelihara benci, bukannya menyuburkan hati mengasihi. Ibarat tersesat di jalan yang benar, menyedihkan sekali. 

@refleksihati 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x