Katedrarajawen
Katedrarajawen karyawan swasta

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"____________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu...[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Memeluk Kebohongan

17 April 2018   10:19 Diperbarui: 18 April 2018   01:46 510 22 6
Memeluk Kebohongan
sumber: Wow Keren

Memeluk kebohongan. Di zaman kini, saat nurani bersembunyi. kebohongan merebak di sana-sini. Di pasar, gedung-gedung, bahkan di mimbar nan suci. Memeluknya bak kekasih hati, bagaikan teman sejati. Berbohong tak risih dan tak malu lagi.

Dari anak-anak yang tak mengerti sampai orang tua yang sudah memahami. Dari orang biasa sampai yang memahami bahwa kebohongan adalah noda kehidupan tetap melakoni.

Tiada bosan hidup dalam kebohongan yang menemani. Satu kebohongan terjadi, akan ada kebohongan berkali-kali yang mengikuti. Sulit melepaskan bak pasangan sejoli.

Mengumbar kebohongan demi tujuan tersendiri. Selalu ada pembenaran yang mengikuti. Tidak peduli berapa banyak yang rugi, kebohongan yang penting ada keuntungan bagi diri sendiri. Ada yang dapat ditutupi. 

Begitulah kebohongan lebih dicintai. Memeluknya erat-erat setiap hari. Entah kapan dan berapa banyak yang dapat menyadari kesesatan ini?