Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Orang biasa yang ingin jadi luar biasa

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"____________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu...[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Meminjam yang Palsu, Menyempurnakan yang Asli

21 November 2012   14:13 Diperbarui: 24 Juni 2015   20:55 0 2 1 Mohon Tunggu...

Tubuh kita ini adalah sesuatu yang palsu. Disebut badan kasar atau jasmani, hanyalah bentuk kesementaraan. Tanah, kayu, air, dan udara adalah pembentuk tubuh jasmani kita. Pada waktunya akan hancur dan kembali ke asalnya. Apabila tubuh kita adalah palsu, tentunya ada yang asli pada diri kita. Ya, itulah tubuh rohani kita. Tubuh spiritual, jiwa, atau roh suci. Tubuh kita yang asli dan abadi. Selama ini kita menganggap tubuh jasmani adalah diri yang asli, sehingga melupakan diri kita yang asli. Kita lebih mencintai badan kasar dengan merawatnya dan memberikan makan yang pantas. Menghiasinya dengan pakaian yang indah. Demi memenuhi segala kebutuhan tubuh kesementaraan, kita rela bekerja sepanjang waktu. Sementara diri kita yang sejati terabaikan. Tak terurus. Kebutuhannya dilupakan begitu saja. Kehidupan telah menyesatkan kita. Lebih mencintai yang palsu daripada yang asli. Akibatnya kita terombang-ambing dalam lautan penderitaan. Kita berpikir dengan memenuhi segala kebutuhan jasmani akan mendatangkan kebahagiaan. Tapi kebahagiaan yang ada pun hanya kebahagiaan yang sementara. Akibat sibuk mencari kebahagiaan sementara, kita lupa untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tubuh jasmani dan rohani bisa menjadi satu adalah jodoh kehidupan. Saling mendukung dan membutuhkan. Tubuh tanpa adanya roh, tidak akan ada kehidpan. Roh tanpa tubuh tak akan ada kesempurnaan. Bagi mereka yang mengerti, maka akan menggunakan badan kasarnya dengan sebaik mungkin untuk membersihkan kekotoran batinnya, hingga kelak menjadi sempurna. Membuang segala penyakit yang menggerogoti hatinya yang terang benderang. Seperti kebencian, keserakahan, iri-dengki, pandangan salah dll. Dulu, orang-orang yang mengerti rela meninggalkan keramaian dunia dan tidak peduli dengan tubuhnya demi untuk menyempurnakan jiwanya. Kini, sesungguhnya kita pun bisa melakukan hal yang sama, tanpa harus menyepi dan mengabaikan badan kasar. Menyempurnakan hati dalam kehidupan sehari-hari. Meminjam badan kita yang palsu melakukan kebaikan dan mengembangkan cinta kasih. Menghancurkan penyakit hati, caranya sesuai dengan keyakinan kita. Sampai terangnya jiwa akan menerangi kehidupan kini di dunia maupun kelak di alam sana. Sempurna!

KONTEN MENARIK LAINNYA
x