Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

PekaT

25 Maret 2012   06:01 Diperbarui: 25 Juni 2015   07:31 61 0 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PekaT
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Hati itu diilustrasikan berbagai macam warnanya. Sebagai pelambang.


Ada warna biru, melambangkan hati itu damai dan tenang. Sebab itu ada syair lagu yang berbunyi: birunya hatiku.


Ada lagi yang mengatakan, hati itu putih seputih kapas. Seputih salju. Seputih melati. Putih bersih sebagai lambang kesucian. Mewakili kebaikan.


Yang paling banyak ditemukan, hati berwarna pink. Merah muda. Itu melambangkan bahwa hati adalah penuh cinta.


Aku duduk membayangkan di bawa pohon cherry di kala senja. Macam apakah warna hatiku.


Berwarna biru yang penuh damaikah? Tak kutemukan!


Apakah seputih melati berisi kebaikan nan suci? Kurasa-rasa, tak ada juga!


Kuteleti, mungkinkah berwarna pink karena penuh cinta? Kurenungkan, sepertinya jauh dari cinta.


Aku tercekat. Sebab yang kutemukan, kini warna hatiku adalah PEKAT. Keruh tak jelas warnanya.


Tak ada damai, kebaikan, dan cinta kasih lagi. Bukan sekadar abu-abu. Tapi sudah PEKAT.


Itulah sebabnya hidupku berubah jadi bejat. Tak tahu adat dan moralitas. Hati kalut dan awut-awutan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x