Mohon tunggu...
Reza Fahlevi
Reza Fahlevi Mohon Tunggu... Direktur Eksekutif The Jakarta Institute

"Bebek Berjalan Berbondong-bondong, Elang Terbang Sendirian"

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Semangat Millenial Sambut Pilkada 2020

5 Agustus 2020   15:23 Diperbarui: 5 Agustus 2020   15:21 59 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Semangat Millenial Sambut Pilkada 2020
Ilustrasi - Foto: watyoutink.com


Di saat pandemi Covid-19 yang melanda sebagian besar negara termasuk Indonesia, situasi yang tidak mudah dirasakan hampir di seluruh negara. 

Masing-masing negara berlomba melindungi rakyatnya dengan melakukan penelitian terkait
pandemi Covid 19, menciptakan vaksin dan yang sangat penting melindungi dengan cara mengeluarkan regulasi demi melindungi serta meringankan beban yang dirasakan oleh rakyatnya.

Terlepas dari pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, Indonesia saat ini akan memperingat hari kemerdekaan yang dilaksanakan pada tangga 17 Agustus 2020 nanti. 

Semangat kemerdekaan harus tetap membara dalam jiwa rakyat Indonesia, terutama generasi muda yang akrab disebut generasi millennial sang penerus bangsa. 

Walaupun saat ini dilanda pandemi Covid-19. Kita, terutama generasi millennial harus bangkit, berdiri tegak penuh semangat dengan optimisme yang tinggi untuk terus maju memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara.

Tak bisa dipungkiri sudah berjalan 5 bulan negeri ini dilanda pandemi Covid-19 yang dampaknya bisa dikatakan lebih parah dari krisis pada tahun 1998 yang lalu. Tetapi kita terutama generasi millennial harus menjadi garda terdepan menjadi pembakar api semangat bangkitnya rakyat dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Semangat kemerdekaan, semangat perjuangan para pahlawan terdahulu harus ada dalam jiwa kaum millennialsaat ini. Sudah waktunya kita bangkit, bangkit dari dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Menjelang pesta demokrasi yang akan diselenggarakan serempak di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September berubah menjadi 9 Desember 2020.

Hasil survei Charta Politika menunjukan 54,2% responden tidak setuju Pemilihan Kepala Deerah (Pilkada) 2020 tetap dilaksanakan. Dalam artian tingkat partisipasi Pilkada 2020 diprediksi akan sangat rendah karena masyarakat masih mengalami ketakutan terhadap pandemi Covid-19, sehingga ada rasa takut untuk datang ke TPS guna ikut berpastisipasi dalam memberikan hak pilihnya dalam pesta demokrasi.

Perlu diketahui bahwa pemerintah khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diberikan kewenangan oleh UU untuk menyelenggarakan pemilihan umum.

Sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 9 Desember 2020, KPU telah menyiapkan protokol yang sesuai dengan standar pelaksanaan pemilihan umum di saat pandemi Covid-19.

Karena pada saat pandemi seperti saat ini keselamatan para penyelenggara, pemilih serta peserta pilkada adalah hal utama yang harus diprioritaskan.

Mengapa Pilkada tetap harus dilaksanakan?

Banyak alasan yang bisa dijelaskan, pertama kita tidak dapat memprediksi kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini, Kedua dari segi tata kelola anggaran, jika Pilkada tahun ini ditunda maka anggaran yang telah cair akan terbuang sia-sia. Ketiga kita melihat dari segi konstitusional yaitu hak memilih dan dipilih, kemudian yang terakhir
dari segi kewenangan, banyaknya daerah yang akan dipimpin oleh pelaksana tugas (PLT) yang tidak memiliki kewenangan secara definitif. 

Dalam artian untuk memenuhi hak masyarakat dalam memilih pemimpin yang bertanggung jawab penuh guna memimpin daerah sangat dibutuhkan, terutama dalam mengambil
keputusan. Kita ambil contoh saja dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19
di daerah seperti yang dialami saat ini.

Sehingga masyarakat terutama kaum millennial tidak perlu khawatir ataupun takut untuk datang ke TPS guna untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi yaitu dengan cara memberikan hak suara untuk calon pemimpin kepala daerah 5 tahun kedepan. Tetapi tetap harus mengikuti protokol new normal saat ini.

Momentum semangat kemerdekaan harus diikuti dengan semangat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Semangat kemerdekaan juga harus ada dalam semangat demokrasi kita.

Kita terutama kalian kaum millennial harus memberikan contoh terbaik, menjadi generasi muda millennial yang harus ikut serta berpartisipasi dalam kemajuan bangsa dengan menggunakan hak pilih kalian, jangan sia-siakan
kesempatan kalian untuk ikut memberikan pilihan terhadap pemimpin terbaik yang akan memimpin daerah kalian. Semangat generasi millennial dalam pesta demokrasi.

Harus kalian ketahui, kemajuan bangsa ada ditangan kalian, maka gunakanlah hak pilih kalian pada Pilkada 9 Desember 2020.

VIDEO PILIHAN