MArifin Pelawi
MArifin Pelawi PNS Kemenristekdikti

PNS yang lagi dibayarin LPDP untuk belajar pendanaan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Indonesia Membutuhkan "INNOVA Schools", Sebuah Inovasi Pendidikan dari Peru

13 Februari 2018   23:37 Diperbarui: 14 Februari 2018   21:57 1462 1 1
Indonesia Membutuhkan "INNOVA Schools", Sebuah Inovasi Pendidikan dari Peru
Sumber gambar: businessinsider.com

Baru-baru ini membaca tentang Innova Schools. Suatu konsep sekolah menarik yang didanai oleh Carlos Rodriguez-Pastor. Beliau ingin memberikan alternatif kepada kelas menengah yang tidak rela anaknya masuk sekolah negeri yang kualitasnya buruk tetapi tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta elit. 

Carlos Rodriguez-Pastor adalah seorang pemilik konglomerasi besar di Peru. Niatnya didasari atas keprihatinan negaranya selalu berada di peringkat bawah pada survei PISA tentang kemampuan akademik anak (Indonesia memiliki kondisi yangs sama). Keadaan yang akan mengancam masa depan Peru tidak memiliki sumber daya manusia berkualitas yang mampu bersaing secara global dan cita-cita untuk menjadi negara maju.

Hal ini membuat beliau memutuskan membangun sekolah yang baik dan mampu mengangkat kualitas akademik anak-anak di Peru demi memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Ketika grup perusahaannya membeli sekolah untuk dijalankan maka dia menemukan bahwa di Peru sangat sulit menemukan guru dengan kualitas baik dan keterbatasan luas tanah sehingga membuat sekolah swasta murah dengan kualitas baik menjadi tugas yang hampir tidak mungkin.

Dia lalu mendatangi IDEO dan meminta untuk merancang sekolah dengan kualitas baik, terjangkau bagi masyarakat kelas menengah di Peru dan juga gampang untuk didirikan. Suatu hal yang unik karena IDEO bukan konsultan pendidikan tetapi sebuah design firm yang terkenal sebagai pembuat desain laptop pertama di dunia dan juga merancang mouse pertama buat Apple Computer.

Hal yang sangat mengagumkan adalah IDEO sukses membangun sistem sekolah tersebut. INNOVA Schools dalam waktu singkat berhasil menjadi grup sekolah swasta terbesar di Peru. Hasil dari tes murid INNOVA Schools jauh lebih baik dari sistem sekolah lain. Pada tes di bidang kemampuan membaca dan memahami materi, ketika rata-rata nasional adalah 31, %, rata-rata untuk sekolah swasta di 51%, maka sekolah dalam lingkup INNOVA paling rendah di angka 76%. Pada 2013, 61% murid mereka meraih tingkat fasih pada tes matematika nasional sementara rata-rata nasional hanya 17%.

IDEO merancang sistem sekolah dengan basis blended learning. Mereka merancang sistem sekolah dengan dual sistem. Pada sesi pertama murid mengikuti kelas dengan jumlah 30 orang dengan fokus pada problem solving dan kolaborasi murid dengan bimbingan seorang guru. Di sini murid belajar dengan menyelesaikan project atau exercises

Pelajarannya tidak selalu di dalam kelas tapi juga di luar ruangan. Pada sesi dua, murid belajar mandiri dengan menggunakan komputer menggunakan alat belajar digital seperti Khan Academy. Guru mengawasi hasil kerja murid secara online dan memberi bantuan ketika dibutuhkan.

 Orang tua juga bisa memonitor hasil anaknya secara online. Murid belajar dengan kecepatan, arah dan cara yang mereka sukai. Kelas mandiri terdiri dari 60 murid dengan diawasi hanya oleh satu orang guru. Selain itu setiap tahun, para murid diberikan tugas untuk merancang solusi atas masalah sosial aktual yang terjadi di Masyarakat dan dikumpulkan pada akhir tahun.

Rancangan IDEO tidak hanya mengenai cara belajar murid, kurikulum dan pelatihan guru tetapi juga bentuk gedung. Mereka merancang kafetaria yang mendorong murid berinteraksi dan gampang dialihfungsikan. Furnitur beroda yang mudah dipindahkan, dinding yang bisa dibongkar pasang dan ruangan yang gampang diubah untuk mengakomodasi berbagai model belajar dan keperluan pengajaran. 

Tambahannya, IDEO merancang sekolah yang mudah untuk didirikan serta murah biaya pengoperasian dan tidak menggunakan ruangan yang terlalu besar.

Mereka memungut uang sekolah sebesar $ 130 per bulan, biaya yang bisa dijangkau oleh banyak kelas menengah di Indonesia apalagi bagi kelas menegah di Peru yang pendapatan GDP per kapitanya hampir dua kali lipat Indonesia. Dalam 4 tahun (2011-2015), sekolah ini mampu dikembangkan menjadi 29 sekolah dan melayani 20.000 murid. INNOVA Schools berhasil menjadi sekolah swasta dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah, memberikan kemampuan menggunakan teknologi sejak dini dan sukses secara akademik. Desain yang mengantar IDEO memperoleh penghargaan bergengsi di 2015 dari the International Design Excellence Award, Fortune Change the World Bussiness, and Tech Insider 40 Most Exciting Innovations.

Desain sekolah ini juga sangat berguna untuk Indonesia. Saat ini kita membutuhkan sekolah dengan model INNOVA untuk konsumsi masyarakat kelas menengah di perkotaan. Dengan adanya sekolah swasta model ini maka sekolah negeri akan bisa dikurangi dan fokus melayani dengan pendanaan cukup untuk masyarakat miskin.

Pada sisi lain, akan mengurangi jumlah guru yang dibutuhkan di perkotaan sehingga akan memberikan ruang untuk memindahkan guru PNS dan dana negara yang menumpuk di perkotaan ke desa. Selain itu tentu saja institusi sekolah negeri kita yang terdisrupsi oleh sistem ini akan terpaksa berubah atau punah. 

Dengan kondisi ini maka negara kita akan bisa memiliki sistem pendidikan yang akan mampu memberikan stok human capital kreatif. Stok manusia yang dibutuhkan negara ini demi menghadapi persaingan global yang makin membutuhkan para pemikir bukan "tukang ketik" yang selalu hanya menunggu perintah. Manusia yang akan berguna mengantar Indonesia menjadi negara maju. Namun sayangnya walau negara kita memiliki orang-orang yang kekayaannya berlipat dari Carlos Rodriguez-Pastor, tetapi yang mencintai negara Indonesia seperti beliau mencintai Peru mungkin tidak ada.

Salam.

Nb. Mohon maaf jika tidak membalas komentar karena saya bisa edit tulisan tetapi tidak bisa beri komentar.