Lingkungan Pilihan

Petani Berdasi untuk Negeri

16 Mei 2019   06:08 Diperbarui: 16 Mei 2019   07:29 29 1 0
Petani Berdasi untuk Negeri
Dokumentasi pribadi

Sukabumi- Teguh gumilang pria tiga puluh satu tahun asal sukabumi lulusan teknik mesin dan biosistem institut pertanian bogor dua kelulusan tahun 2007 ini adalah founder gumilang farm dan akademik bioflok,  ia berhasil mengembangkan sistem bioflok pada usaha budidaya air tawar yang ia tekuni sejak tahun 2008 . Gumilang farm ialah usaha budidaya air tawar yang Teguh miliki, omzet yang Teguh dapatkan dari usahanya ini sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Berawal dari keisengannya ia memutuskan untuk mulai merintis budidaya air tawarnya ini seiring berjalannya waktu Teguh mulai meyakini bahwa dunia inilah yang menjadi passion-nya dan berusaha untuk menekuninya.

Teguh juga memiliki keinginan kuat untuk menerapkan apa yang ia dapat di bangku kuliah. Berawal dari memiliki satu kolam dan menjalankan usahanya hanya dengan sistem jual jasa dengan pengusaha lain, kini ia memiliki dua puluh hingga tiga puluhan kolam di tiga titik disukabumi dan beberapa kolam di Kota lain.

Teguh berpikir bahwa budidaya air tawar khususnya dengan teknik bioflok menjadi salah satu solusi terbaik untuk memenuhi besarnya kebutuhan protein masyarakat.

Ketika banyak orang melirik profesi petani dengan sebelah mata, Teguh berhasil membuktikan bahwa menjadi petani tidak seburuk seperti yang orang lihat. Bahkan kini, istilah petani berdasi sudah tak asing ditelinga kita.

Hal inilah yang kini juga sedang Teguh galakan untuk memberikan pengertian kepada kaum millenials yang enggan bercita-cita menjadi seorang petani menjadi lebih berani bertani.

Teguh juga aktif berbagi ilmunya dengan siapapun yang ingin belajar, baik warga sekitar, warga indonesia bahkan dari luar negeri hingga saat ini peserta dari tujuh negara pernah berkunjung ke indonesia untuk mempelajari teknik bioflok yang Teguh kembangkan untuk dibawa dan dikembangkan dinegaranya masing-masing.

Teguh memberikan fasilitas gratis bagi para hafidz dan para santri yang ingin menekuni teknik bioflok. Teguh ingin ilmu yang ia miliki bisa di amalkan dan bisa dipertanggung jawabkan kan ketika menghadap sang pencipta.

Rasa bangga ketika melihat indonesia diakui oleh luar negeri yang Teguh rasakan ini beriringan dengan rasa miris ketika orang luar negeri berbondong-bondong mempelajari teknik ini sedang warga indonesia masih ragu bahkan enggan mempelajarinya.

 Selain dengan datang dan mengikuti kegiatan pelatihan secara langsung, setiap orang yang ingin belajar teknik bioflok ini juga bisa melakukan pelatihan secara online tidak ada perbedaan secara materi yang disampaikan baik online maupun datang langsung karena pelatihan online ini dilengkapi dengan e-book berbagai video praktik serta akses konsultasi seumur hidup.

Teguh mengaku bahwa hingga saat ini antusias warga indonesia masih dibawah antusias dari luar negeri. Selain mengadakan workshop atau pelatihan berbayar, Teguh juga aktif berbagi ilmunya ke panti asuhan, rumah tahfidz bahkan saat ini terdapat tiga pesantren yang berada dibawah bimbingannya.

Dan bimbingan itu diberikannya secara gratis kini ia juga sedang berusaha untuk memfasilitasi warga sekitar untuk belajar secara gratis demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian di indonesia harapannya seluruh masyarakat terutama anak-anak muda bangga dan tidak lagi malu bercita-cita menjadi seorang petani.