Mohon tunggu...
Kartika Kariono
Kartika Kariono Mohon Tunggu... Pengacara - Ibu Rumah Tangga

Mengalir mengikuti kata hati dan buah pikiran

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

[Event Semarkutiga] Di Palembang, Sate Pun Dinikmati dengan Cuko

7 Juli 2019   17:25 Diperbarui: 7 Juli 2019   18:20 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sate Cucuk Manis Kuah Cuko (Dok. Pribadi)

Bagi penggemar pempek, cuko adalah penentu kenikmatan pempek. Saya gemar dengan cuko yang kental, pedas, asam dan manisnya terasa dengan aroa khasnya yang selalu memancing selera.

Jika cukonya enak dan pas dengan selera dinikmati dengan pempek dos (pempek tanpa ikan) bahkan pempek nasi pun tetap enak banget. Sempat jadi selorohan kebiasaanku dari kecil adalah makan ikan goreng disiram cuko dan cacahan mentimun yang dijadikan lauk makan.

Benar-benar dijadikan lauk makan nasi.  Makan nasi pulen panas-panas kemudian mencubit daging ikannya dicocol dengan cuko, sesekali "ngirup" cukonya sungguh sedap.

Saya selalu mengklaim keunikan imi sebagai penemuan cara menikmati cuko secara kreatif dan inovatif. Beberapa rekan saya malah menganggap kebiasaan ini nyeleneh. Cuko itu pendamping pempek bukan lauk makan nasi.

Di Palembang ada lagi makanan yang menggunakan cuko, rujak mi. Mi rebus, diberi topping tahu goreng, irisan pempek goreng, kecambah  yang dicelor, cacahan mentimun yang disiram cuko (umumnya cukonya lebih encer). Makanan ini biasanya menjadi hidangan hajatan yang diselenggarakan sore hari.

Soal sedapnya jangan ditanya lagi, enak banget dan segar. Ternyata pemahaman saya akan hasanah kuliner Palembang masih rendah, saat Deddy Huang bercerita soal Sate Cucuk Manis, satenya khas Palembang.

Dulu, sate ini merupakan hidangan hajatan besar. Ada bebarapa tempat yang menjual menu ini di Palembang. Tetapi saya diperkenalkan di tempat dengan resep otentik di kawasan 7 Ulu Palembang. Warung Wak Din, namanya.

Sate ini terdiri dari dua jenis  daging, sapi dan ayam.

Saat menyicipin sate ini saya rasakan bumbu utamanya tidak beda dengan sate lain pada umumnya, bawang putih dan ketumbar, jahe dan garam. Tetapi tampaknya marinasinya cukup lama sehingga bumbu-bumbu tersebut meresap ke dalam daging dengan potongan yang lebih besar dari potongan sate pada umumnya yang dijual di Palembang.

Saat menikmati kuahnya, ini yant unik jika umumnya sate dinikmati dengan bumbu kacang atau kecap. Sate cucuk manis ini dinikmati dengan  cuko. Jadi makin segarlah rasa sate ini. Sate ini dinikmati dengan nasi yang didampingi dengan kuah,  boleh pilih kuah sop, soto ataupun pindang. Juga khasnya Palembang, sambal  nanas dan acar mentimun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun