Mohon tunggu...
Kartika Kariono
Kartika Kariono Mohon Tunggu... Ibu Rumah Tangga

Mengalir mengikuti kata hati dan buah pikiran

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Tenang, Kita Semua Kebagian THR

6 Juni 2018   22:54 Diperbarui: 6 Juni 2018   23:03 0 7 6 Mohon Tunggu...
Tenang, Kita Semua Kebagian THR
Foto: Deddy Huang

THR itu sebenarnya hak karyawan, yang sebenanya kelebihan 4 minggu setiap tahunnya.

Tapi seringkali beberapa majikan menganggap ini adalah bentuk tali kasih, toh pekerja kan dapat cuti dua minggu setiap tahunnya, apalagi perempuan makin panjang tuh waktu cuti.Belum lagi cuti-cuti lain yang masih menjadi beban majikan.

Baiklah, ini adalah hak normatif buruh yang diatur oleh peraturan ketenagakerjaan, bahkan beberapa lembaga membuat posko khusus pengaduan THR.

Seringkali ada saja alasan beberapa lembaga ataupun perseorangan menjadikan moment hari raya sebagai ajang mengajukan proposal THR.

Bukan persoalan kewajiban sih, terkadang beberapa pengusaha (termasuk pengusaha kecil) harus mengeluarkan anggaran khusus "THR" ini.

Belum lama ini presiden kita mengumumkan ASN pun menerima THR, yang heboh soal itu APBD yang sumbernya dari Dana Alokasi Umum. Ada beberapa yang sudah memberi penjelasan, meski dalam bentuk tulisan sangat terbaca kok kegembiraannya.

Saling jawab soal polemik THR nya ASN tidak hanya terbatas pada media sosial secara publik. Pun terjadi pada WAG yang kebetulan berisi ASN, swasta, pengusaha kecil juga pekerja lepas.

Kadang ikutan tertawa soal perdebatan uang ini, bahkan ada yant menyindir soal hindari perilaku konsumtif hingga lebih baik bayar hutang.

Sebenarnya saya tidak termasuk yang kepo besaran THR yang diterima rekan, pun apa rencananya, apalagi memberi nasehat kepada mereka penggunaannya apa.

Apalagi ada kalimat minta dibagi THR, jelas nggak meski itu hanya sekedar bercanda.

Saya juga tidak dapat masuk bagian orang yang ngomel-ngomel soal tidak dapat THR. Karena saya buruh juga di sebuah yayasan. Suami juga buruh di sebuah pabrik, soal jumlahnya tentu relatif. Lah kon curcol.

Makin rame karena tema hari ini soal THR. 3 huruf itu saja kita jadi hassad, bahkan berani ghibah sampai berani kepo kepada teman-teman mengenai hal yang privasi sekali itu.

Privasi? Iya, karena saya dan suami sangat menghormati privasi itu.

Jumlah penghasilan adalah privasi masing-masing,  termasuk THR . Meski soal anggaran belanja keluarga tentu perlu didiskusikan dan saling melengkapi dan kami punya syarat dan ketentuan yang disepakati bersama.

Apalagi kepengen tahu THR-nya teman, saya tidak sekepo itu kok. Padahal alasan saya sebenarnya hati saya tidak kuat banget, kuatir iri.

Saya kuatir, gara-gara tahu jumlah THR teman saya langsung pingsan bayangin jumlah nolnya saja.

Ya..tetapi tahun ini saya dapat THR bagus kok, THR kompasiana, yang mengingatkan saya menantang diri sendiri untuk menulis setiap hari sesuai tema.

Karena saya orang yang tipenya santai dan mengalir begitu saja, jangan sebel aja jika beberapa tulisan seolah hanya dibuat gugur kewajiban.

Setidaknya dengan THR yang ini saya mendapat pemikiran dan mudah-mudahan pencerahan sesuai dengan taglinenya. "Tebar Hikmah Ramadhan". 

Padahal di KBBI Ramadan bukan?.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2