Kartika Kariono
Kartika Kariono Advokat

Mengalir mengikuti kata hati dan buah pikiran

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Berisik Bangunin Sahur Karena Mau Eksis?

5 Juni 2018   19:27 Diperbarui: 5 Juni 2018   19:27 820 4 2

"Sahur...sahur..sahur...sahur" teriak bocah-bocah lewat samping kamar saya.

Diikuti dengan suara kaleng cat yang dipukul-pukul gak beraturan.

Kaget liat jam dinding, mau nyerapah karena baru dua jam aku tidur.

Gak bisa protes sih, rumahku memang pinggir jalan, begitu juga kamarku di samping jalan setapak dengan rumah tak berpagar.

Jadi siapapun dapat dengan mudah berlalu-lalang memasuki pekarangan rumah kami.

Hiks..padahal aku pengen jam 3 aja, dan santai saja bukan dengan jantung yang berdebar kencang kayak gini.

Anakku sudah bangun dan sanyum-senyum karena antusias di hari pertama puasa.

Muka kusutku cukup sumingah karena minuman hangat sudah disiapkan.

"Tuh bocah-bocah emaknya kemana sih, jam segini dibiarin aja keliaran"komen julitku.

"Udahlah, mereka kan cuma terlalu semangat aja, seminggu lagi juga hilang deh kebiasaan"sahut Ibuku.

Meski aku agak khawatir soal jantungnya.

Masih lama mau makan,karena memang disunahkan makan sahur itu diakhirkan. Kami biasa memulai makan paling cepat pukul setengah empat, meski di akhir-akhir ini lebih sering pukul empat, karena subuh di Palembang setengah lima lewat.

Jadi kami menunggu waktu makan dengan minum minuman hangat.

Tiba-tiba "greeeekkk....ngiiiingggg" suara toa depan masjid terdengar dihidupkan lalu dilanjutkan dengan teriakan "bapak, ibu, kakek, nenek, mamang, bibi, banguuunnnnn...sahurrrrrr".

Hiks.. mau ngomong apa, mereka mungkin gak dengar begitu kerasnya dari dalam masjid. Posisi rumah kami yang tanahnya lebih tinggi  dari masjid, suara toa yang frekuensinya entah berapa itu terdengar lantang banget.

Sudah selesai? Belumlah, lalu terdengar suara cekikikan.

Mataku langsung ke arah anakku "aku gak bakalan ikut-ikutan kayak gitu kok"tiba-tiba anakku buka suara seolah membaca pikiranku.

"Mereka itu cuma senang pegang mic aja,Nda"sambungnya mulai ghibah.

"Waduh..bangunin sahur itu cara eksis gitu?"simpulku cepat.Dia cuma jawab dengan lirikan mata, karena dia sudah sibuk menghidupkan gamenya.

Obrolan 1 ramadan gak penting banget, soal eksistensi generasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2