Mohon tunggu...
Karla Wulaniyati
Karla Wulaniyati Mohon Tunggu... Membaca dan menulis sebagai satu kecintaan

Let the beauty of what you love be what you do (Rumi)

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

"SWOT" Evaluasi Kepenulisan Selama Tahun 2019

31 Desember 2019   15:55 Diperbarui: 31 Desember 2019   19:18 75 16 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"SWOT" Evaluasi Kepenulisan Selama Tahun 2019
Ilustrasi: pixabay.com

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2019. Akhir tahun seperti sekarang ini tidak sedikit orang yang mengevaluasi perjalanan kehidupan tahun ke belakang dan menentukan resolusi tahun akan datang, begitupun dengan saya.

Banyak yang terjadi dan saya alami sepanjang tahun 2019 baik dari ranah kehidupan maupun kepenulisan.

Tidak jarang saya mendapatkan keutuhan dalam proses kehidupan dan kepenulisan yang artinya saya mendapatkan hal baik dan positif juga hal buruk dan negatif yang menggenapi keutuhannya.

Saya akan mencoba mengevaluasi tetapi hanya akan mengevaluasi  pengalaman di  kepenulisan saja, lebih bagus lagi kalau saya bisa menuliskan resolusi untuk tahun depan yang sebentar lagi akan menjelang.

Tahun 2019 ini dalam hal menulis ternyata saya masih berkutat dengan membangun kepenulisan dimana saya masih masuk dalam kategori penulis pemula.

Walau kegiatan menulis sudah saya lakukan sejak SD, tetapi jika diibaratkan membuat sebuah bangunan yang dimulai dari pondasi sampai menjadi satu bangunan utuh maka pembangunan pondasi menulis baru dimulai September tahun 2018 kemarin, jadi untuk jadi penulis mumpuni masih perlu banyak waktu.

Di penghujung tahun 2019 ini saya akan mencoba mengevaluasi  jejak kepenulisan dan sepertinya akan seru jika dianalisis menggunakan SWOT biar saya bisa melihat jangkauan yang lebih luas karena bisa dilihat kelebihan dan kekurangan secara internal dan eksternal dibandingkan jika hanya menuliskan kelebihan dan kekurangan yang saya dapatkan.

Sebelumnya saya ingin mengulas secara singkat tentang analisis SWOT yang saya ambil dari berbagai sumber.

SWOT adalah singkatan dari Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman).

Pengertian analisis SWOT sendiri adalah metode menganalisa secara sistematis untuk mencapai tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Analisis SWOT biasanya digunakan sebagai upaya penetapan strategi.

Tujuan digunakannya analisis SWOT ini adalah untuk menetapkan strategi yang digunakan agar lebih fokus dan terarah serta sebagai bahan pertimbangan untuk mencapai tujuan utama.


Analisis SWOT untuk kepenulisan saya secara setahun bisa terangkum sebagai berikut :

1) Strength (S)
 1. Suka dengan tantangan
 2. Berani menghadapi hal-hal baru
 3. Suka membaca, belajar, mengkaji  
 4. Suka berpikir dan menganalisis
 5. Ide yang kadang meluap
 6. Fokus jika sedang menulis

2) Weakness (W)
 1. Angin-anginan dan sering cepat bosan
 2. Awal-awal semangat dalam menulis dan menayangkan tulisan dan karena terlalu gas pol ujung-ujungnya malah melambat dan akhirnya berhenti karena direm
 3. Malas
 4. Banyak alasan untuk tidak menulis
 5. Sering patah semangat jika gagal baik dalam menghasilkan tulisan atau saat apresiasi tulisan tidak sesuai seperti yang diharapkan
 6. Writer's block
 7. Tidak produktif menghasilkan tulisan

3) Opportunity (O)
1. Banyak platform untuk menayangkan tulisan
 2. Bisa mencoba menerbitkan buku walau secara terbatas
 3. Banyak yang bersedia membimbing dalam kepenulisan

4) Threat (T)
1. Banyak penulis baru yang lebih tekun, ulet, gigih,dan berbakat
 2. Banyak penulis yang lebih berbakat dan mumpuni
 3. Banyak penulis yang produktif

Setelah mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam diri maka akan memahami kekuatan yang kemudian mengambil kesempatan, mengidentifikasi kelemahan dan menghilangkannya.

Jika analisis sudah dilakukan akan lebih baik mencari strategi yang tepat untuk melengkapi analysis SWOT yang bisa jadi resolusi tahun depan dalam kepenulisan siapa tahu bisa jadi lebih baik.

Resolusi (Strategi) Menulis Tahun 2020
1. Memaksimalkan kekuatan, dapat dilakukan dengan cara menonjolkan kelebihan yang saya miliki.

Tetap belajar, membaca, menganalisis, agar ide tidak mandek.

Tetap menulis apalagi saat ide sedang meluap, kalaupun bukan jadi tulisan utuh setidaknya kerangka tulisan sudah dibuat dan disimpan hingga saat angin menulisnya sedang kencang maka akan dihasilkan tulisan yang utuh.

2. Meminimalkan kekurangan. Jika kekuatan dimaksimalkan maka kekurangan harus diminimalkan.

Alasan --termasuk alasan writer's block-- dan malas yang menjadi bintang utama hingga tidak menulis harus lebih giat dilawan.

Tidak harus gas pol di awal jika akhirnya melambat dan berhenti menulis. Lebih baik mengatur kecepatan menulis yang penting stabil apalagi kalau menunjukkan grafik naik dalam menghasilkan tulisan.

3. Mengambil kesempatan. Kesempatan akan berlalu percuma jika kesempatan yang ada justru jadi beban.

Akan lebih baik jika kesempatan justru ditunggangi agar kepenulisan bisa terasah dan lebih baik.

Kalau tahun ini menerbitkan 3 buku walau baru dalam bentuk bersama-sama (antologi) dengan teman-teman maka tahun depan harus mau mencoba menulis buku tunggal, walau belum tahu tentang apa...hehehe.

4. Ancaman harus dijadikan sebuah batu lompatan dan tantangan bukan malah mematikan atau pengerem dalam menulis.

Untuk tahun depan mencermati penulis lain yang produktif dan mengikuti jejak mereka agar lebih produktif. 

Dimulai dari yang mudah terutama dalam menayangkan tulisan yang penting konsisten jangan sampai berhenti dengan waktu yang tidak jelas seperti sekarang ini agar bisa seproduktif penulis lainnya.

Ternyata pekerjaan rumah dalam kepenulisan saya masih banyak, untungnya di Kompasiana ini saya menemukan tempat karena banyak artikel dari Kompasianer yang membantu saya untuk belajar dan mengasah kepenulisan.

Selamat menjelang tahun yang baru bagi Kompasianer, semoga di tahun mendatang semua tahap dalam kehidupan menjadi lebih baik.


Karla Wulaniyati untuk Kompasiana
Bandung, Selasa 31 Desember 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
31 Desember 2019