Mohon tunggu...
kardianus manfour
kardianus manfour Mohon Tunggu... belajar mencintai kebijaksanaan hidup

mahasiswa filsafat.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Kekacauan Menciptakan Harmoni

7 Januari 2021   21:56 Diperbarui: 7 Januari 2021   22:19 133 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kekacauan Menciptakan Harmoni
rujukanedukasi.com

   
Kehidupan  manusia selalu diwarnai konflik. Konflik terjadi  di mana saja,  baik di dalam keluarga maupun negara; baik di usia muda maupun tua.  Berdasarkan  kenyataan ini,  lantas apakah  kita  perlu menolak  konflik? Mungkin bagi sebagian orang, jawabannya adalah "ya".  Bagaimana tidak,  konflik merusak persatuan. 

Konflik memecah-belah. Konflik membuat orang tidak nyaman untuk hidup  berkomunitas.  Lalu, kalau orang menolak konflik, apakah ada orang yang tidak pernah  mengalami  konflik dengan orang lain walaupun hanya sekali, atau paling tidak konflik ringan?  Saya meyakini bahwa setiap  orang pernah mengalami konflik dalam hidupnya. Kita tidak boleh menolak konflik. Kita tidak pernah jauh dari konflik,  semampu  apapun kita berlari menghindarinya. 

 Bagi Heraklitos, hidup  adalah konflik.  Selalu ada dua hal dalam hidup  yang bertentangan. Ada hitam dan putih, baik dan buruk, gelap  dan terang. Menariknya, bagi Heraklitos pertentangan  itu melahirkan kesatuan.  Orang tidak bisa mendefenisikan kesatuan tanpa  mengenal perbedaan. Kekacauan menciptakan harmoni. Kedamaian  yang kita dapat saat ini dilihat sebagai hasil dari perang. Dalam musik pun demikian,  satu instrumen atau cord dibunyikan bersamaan maka menghasilkan harmoni yang sedemikian indah.

 Segala sesuatunya dinamis.  "All is in flex." Dalam perdebatan, Kadang pendapat kita dilhat sebagai sebuah kebenaran dari sudut pandang kita.  Ternyata  dari seberang juga menganggap diri sebagai yang paling  benar. Maka hidup ini juga bersifat dialektis.
Hidup  adalah kontradiksi-kontradiksi yang seyogianya perlu  dibiarkan begitu saja. Kenyataannya memang begitu. Hidup  ini bukan berada antara yg salah dan benar.  Hidup  menyediakan ada sebagaimana mestinya.  Reza Watimena  meringkasnya dengan sebuah kalimat "mengalami tanpa kata."

Perkataan Heraklitos  sangat relevan bagi kita saat ini.  Orang baru bisa menikmati hidup sehat kalau pernah mengalami sakit.
 Kenyang  itu bermakna karena kita pernah lapar. Kita akan begitu menikmati momen sukacita, bahagia kalau kita pernah mengalami penderitaan. Kita akan mulai mencintai  orang di sekitar  kita apabila kita pernah mengalami  yang namanya kehilangan.

VIDEO PILIHAN