Mohon tunggu...
kardianus manfour
kardianus manfour Mohon Tunggu... belajar mencintai kebijaksanaan hidup

mahasiswa filsafat.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Diamlah, Jangan Berkata-kata

30 Desember 2020   21:04 Diperbarui: 5 Januari 2021   09:06 96 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Diamlah, Jangan Berkata-kata
diam-5ff3c9a3d541df224a3cb682.jpg

Saat ini orang merasa sangat sulit untuk diam. Bising. Dunia dipenuhi pesta pora. Dendang riang lagu menggentarkan relung jiwa. Orang takut untuk tinggal dalam keheningan. Keheningan menjadi asing. Diam kehilangan makna. Tak berarti. Orang banyak berkata-kata tanpa kenal diam. Saat ini ini kata-kata tidak memecahkan persoalan tetapi justru sebaliknya kata-kata banyak menciptakan masalah.

Atas fenomena ini, Pitagoras sudah mengantisipasi hal ini. Pitagoras memberikan wejangan yang sangat indah tentang diam ini. Ia berkata "diamlah, jangan berkata-kata. Seseorang berbicara apabila kata-kata lebih berharga daripada diam." Artinya bahwa apabila seseorang tidak perlu berkata-kata maka janganlah memaksakan diri untuk berkata-kata. Apabila seseorang perlu dan penting berkata-kata maka saat itu kata-kata lebih bermakna daripada diam.

Pitagoras menjelaskan lebih lanjut bahwasannya kita tidak perlu mengatakan hal yang kecil dengan banyak kata. Apabila kita melihat dan juga mendengar banyak orang yang berkata-kata, mereka berusaha untuk menjelaskan sesuatu yang sebenarnya sangat kecil dengan beribu-ribu kata.

 Sebaliknya Pitagoras mengatakan bahwa kita perlu mengatakan hal-hal yang besar dengan sedikit kata. Karena dengan sedikit kata, orang dengan pikirannya masing-masing berusaha menafsir kata-kata yang kita ucapkan. Disinilah kata-kata memiliki makna yang begitu dalam.

Untuk itu, kedepannya sebaiknya kita perlu banyak berdiam diri daripada berkata-kata. karena berdiam diri lebih bermakna daripada kata-kata yang tidak bermakna. Setidaknya itulah pesan Pitagoras sampaikan kepada kita yang banyak berkata saat ini.

VIDEO PILIHAN