Mohon tunggu...
kardianus manfour
kardianus manfour Mohon Tunggu... belajar mencintai kebijaksanaan hidup

mahasiswa filsafat.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saya Tahu Bahwa Saya Tidak Tahu

20 Juli 2020   10:41 Diperbarui: 20 Juli 2020   10:37 38 4 0 Mohon Tunggu...

Saya tahu bahwa saya tidak tahu merupakan adagium dari salah salah satu filsuf Yunani kuno terkenal yakni Sokrates ( lahir tahun 470 di kota Athena). 

Seluruh hidupnya dibaktikan kepada orang muda. Saya secara pribadi terinspirasi dari pemikiran filsuf ini. Sokrates melihat bahwa kebanyakan anak muda menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang. 

Akibatnya pikiran mereka dangkal dan tidak kritis. Ia pun terpanggil untuk memberi pencerahan. Ia membuka cakrawala pandang anak muda dengan sesering mungkin mengadakan percakapan dengan mereka.

Dalam misi ini, ia tidak mau terus-terusan tinggal dalam zona nyaman. Ia berani melakukan diskusi-diskusi umum tentang tema-tema aktual saat itu.

Landasan pernyataan "saya tahu bahwa saya tidak tahu" Sokrates dilatarbelakangi dengan pemikiran bahwa jalan untuk mengejar kebijaksanaa pertama- tama menyadari ketidaktahuannya. 

Motode yang ia gunakan Adalah motode elenktik. Motode ini untuk menguji pengetahuan manusia. Tujuan dari hal ini adalah agar seseorang yang merasa semula mengetahui sesuatu pada akhirnya terbukti tidak mengetahui apa-apa.

Pertama- tama  dalam percakapan dengan seseorang, sokrates mengajukan aneka pertanyaan kepada lawan bicara. Biasanya lawan bicara akan menjelaskan segala pengetahuannya. 

Dari jawaban lawan bicara tersebut, Sokrates mulai menggiring lawan bicaranya dari hal-hal yang bersifat partikular ke hal- hal yang bersifat unuversal. 

Pada dasarnya seorang ahli hanya mengusai pengetahuan yang bersifat partikular. Misalnya dokter ahli mata mampu menguasai segala hal berkaitan dengan mata. Akan tetapi ahli mata ini tidak mampu menguasai hal-hal yang berkaitan dengan mata. 

Apabila sokrates berdialog dengan dokter ahli mata maka semula ia akan membiarkan si ahli mata menjelaskan spesialisasinya. Kemudian Sokrates menggiringnya dengan pertanyaan tentang tubuh manusia maka belum tentu dokter ahli mata mampu menguasai seluruhnya tentang tubuh.

Dalam proses dialog itu, akan ketahuan bahwa pengetahuan lawan bicara sokrates tidak tahan uji. Pada akhirnya lawan bicaranya mengetahui dan menyadari ketidaktahuannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x