Mohon tunggu...
kardianus manfour
kardianus manfour Mohon Tunggu... belajar mencintai kebijaksanaan hidup

mahasiswa filsafat.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kesakitan Kaum Muda

21 Oktober 2019   22:06 Diperbarui: 21 Oktober 2019   22:44 0 1 0 Mohon Tunggu...

Kita tidak akan kesulitan untuk menemukan kaum muda yang selalu menggunakan waktunya untuk bermain.  seluruh waktu kaum muda digunakan untuk hal-hal yang bersifat rekreatif belaka. Rekreasi di sini, mencakup bermain game, nongkrong, jalan-jalan ataupun kegiatan-kegiatan lain yang serupa dengan hal itu.

Fenomena tersebut seolah-olah sudah menjadi habitus  kaum muda sehingga banyak para orang tua dan masyarakat pada umumnya tidak peduli dan bahkan tidak resah dengan sikap dan perilaku kaum muda.

Kita juga sangat jarang melihat anak muda di lorong-lorong atau di tempat-tempat nongkrong memegang buku atau mendiskusikan hal-hal yang penting dan berguna. Anak muda lebih suka memegang rokok, hp ataupun memegang botol-botol minuman keras daripada memegang buku.

Kemudian topik pembicaraan mereka hanya seputar gosip-gosip yang tidak penting dan tidak berguna. Lagi-lagi, masyarakat dan orang tua bersikap acuh tak acuh dengan perilaku kaum muda ini.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang hal ini, ada baiknya kita perlu tahu siapa sebenarnya kaum muda itu dan apa tugas mereka. Kaum muda merupakan salah satu elemen masyarakat yang memiliki peran dan tugas-tugas penting dalam masyarakat.

Kaum muda adalah generasi penerus bangsa yang memiliki tugas dan peran yang sangat urgen dalam negara. Ke depannya, kaum muda-lah yang memimpin negara ini. 

Nasib bangsa ini berada di tangan kaum muda. Sangat jelas kounsekuensinya, apabila kaum muda sekarang bertingkah laku tidak sesuai harapan dan cita-cita bangsa. Apalagi bangsa ini masih tergolong negara berkembang yang masih butuh perubahan-perubahan di sana-sini. Hal itulah yang mesti disadari oleh kaum muda bahwa mereka-lah satu-satunya harapan bangsa ini.

Kembali ke pokok permasalahan kita, mengapa kaum muda lebih suka bermain dari pada membaca? Pertanyaan inilah yang perlu kita jawab bersama, sehingga kita dapat menemukan akar dari permasalahan ini. Sebenarnya apabila kita memulai dari awal masa pertumbuhan kaum muda yang menjadi penyebab perilaku kaum muda seperti ini adalah orang tua.

Orang tua menjadi orang yang pertama dalam mendidik karakter kaum muda. Apabila orang tua mendidik anaknya dengan baik maka karakter dari anaknya saat dewasa akan baik pula. Sebaliknya, apabila pola asuh orang tua salah terhadap anaknya maka tidak heran output yang dihasilkan pula pasti "salah".

Sangat menyedihkan bahwa banyak orang tua yang sibuk untuk bekerja atau workakholic dari pada memperhatikan anaknya. Banyak orang tua yang bekerja dari pagi sampai sore ataupun malam sementara anaknya tidak diperhatikan. Alhasil, kebutuhan material sang anak terjamin sementara kebutuhan kasih sayang sungguh sangat tidak terpenuhi.

Selain orang tua, peran masyarakat pun perlu dipertanyakan eksistensinya. Kenapa begitu? Tidak sulit dilihat bahwa masyarakat tidak peduli dengan kelakuan dan karakter kaum muda. Masyarakat seolah-olah tutup telinga dan mata ketika anak muda bergadang malam hari, merokok dan melakukan tindakan destruktif lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN