Mohon tunggu...
Kang Win
Kang Win Mohon Tunggu... Penikmat kebersamaan dan keragaman

Ingin berkontribusi dalam merawat kebersamaan dan keragaman IG : @ujang.ciparay

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Esensi Idul Adha, Napak Tilas Jejak Sabar Keluarga Nabi Ibrahim As

29 Juli 2020   01:16 Diperbarui: 29 Juli 2020   08:14 291 31 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Esensi Idul Adha, Napak Tilas Jejak Sabar Keluarga Nabi Ibrahim As
Liputan6.com

Zulhijah (djulhijjah) adalah bulan ke 12 dalam penanggalan Islam. Pada bulan Zulhijah, umat Islam merayakan Hari Idul Adha pada tanggal 10. Kemudian diikuti dengan hari tasyrik selama 3 hari berikutnya. Dalan 4 hari itu, umat Islam diharamkan berpuasa.

Sebagaimana hari raya Idul Fitri, pada hari Idul Adha, dilakukan Sholat Id, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban bagi mereka yang mampu. Penyembelihan hewan qurban dilakukan dalam rentang waktu 4 hari itu, yakni dari tanggal 10 – 13 Zulhijah.

Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban merupakan ritual tahunan bagi umat Islam. Masjid menjadi pusat kegiatan qurban. Dari masjid kecil di tingkat RT/RW sampai masjid dengan status Masjid Nasional seperti Istqlal di Jakarta dan Al Akbar di Surabaya.  Kantor-kantor instansi pemerintah, BUMN dan swasta, tidak pula ketinggalan menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban. Begitu pula dengan lembaga-lembaga sosial penghimpun dana zakat, infaq dan sodaqoh (Lazis), sibuk menyelenggarakan program penghimpunan hewan qurban

Jumlah hewan qurban yang disembelih selama 4 hari itu, kemudian dianggap sebagai  “barometer” tingkat kesalehan dari umat Islam. Semangat berqurban dianggap representasi dari kesalehan sosial. Salah satu refleksi dari kedudukan Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin.

Hari raya Idul Adha juga dikenal denggan sebutan “lebaran haji”. Disebut lebaran haji, karena hari raya Idul Adha bersamaan dengan momentum ibadah haji di Tanah Suci Mekah dan Madinah. Pada tanggal 9 Zulhijah, seluruh jemaah haji yang jumlahnya lebih dari 4 juta orang melaksanakan Wukuf di Arofah dilanjutkan melempar jumrah di mina selama 3 hari berturut-turut.

Pelajaran utama dari hari raya Idul Adha adalah “sabar”. Nabi Ibrahim AS dan istrinya Sarah, telah menunjukkan bagaimana “sabar” menjadi pegangan mereka dalam menantikan kehadiran seorang anak setelah berumah tangga puluhan tahun lamanya. Sampai pada suatu ketika Sarah menyampaikan usul kepada Nabi Ibrahim untuk menikahi Hajar. 

Menanggapi usulan Sarah itu Nabi Ibrahim menyatakan dia akan menikahi Hajar jika Hajar setuju untuk menikah dengannya.

Sabar juga telah ditunjukan oleh Hajar, putri dari Firaun yang diserahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menjadi pembantu di rumah kediaman Ibrahim dan Sarah. Sarah menjalani statusnya sebagai pembantu dengan baik, meski ia merupakan putri dari seorang raja.

Buah dari kesabaran itu, dari rahim Hajar lahirlah Ismail, ketika usia Nabi Ibrahim As telah mencapai 90 tahunan. Sementara itu, Sarah yang dikabarkan mandul ternyata kemudian melahirkan Ishaq sekitar 14 tahun setelah kelahiran Ismail. Ketika Ishaq dilahirkan, usia Hajar sudah melewati 90 tahun dan Nabi Ibrahim sudah melampaui 1 abad usianya.

Dari jalur Ishaq ini kemudian lahir 14 nabi termasuk Nabi Isa As. Isa As dan 13 lainnya yang merupakan keturunan Nabi Ishaq As adalah bagian dari 25 Nabi yang wajib diketahui oleh umat Islam. Iman kepada Nabi dan Rasul adalah salah satu dari Rukun Iman. 

Sementara itu dari jalur Ismail lahir Nabi akhir zaman Rasululloh Muhammad SAW. Diperkirakan ada rentang waktu lebih dari 570 tahun dari masa Nabi Isa AS sampai kelahiran Nabi Muhammad SAW.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN