Mohon tunggu...
Imam Maliki
Imam Maliki Mohon Tunggu... Wiraswasta - Manusia yang ingin berbuat lebih, melebihi rasa malas

Entrepreneur

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Awas! Perzinaan Disertai Pembunuhan Marak

16 Agustus 2019   23:09 Diperbarui: 16 Agustus 2019   23:13 43
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seakan lagi menjadi fenomena baru. Di beberapa tempat. Hubungan badan atau perzinaan kemudian berakhir dengan pembunuhan lawannya. Hubungan badan ini bukan dengan pasangan halalnya, yakni suami atau istri. Tapi dengan pacar, selingkuhan atau penjaja seks.

                Seorang dosen wanita sebuah PTS di kota Kediri membunuh selingkuhannya yang seorang caleg petahana DPRD Sleman dengan racun tikus, karena tidak tahan di terror. Keluarga ibu dosen ini di ancam di bunuh kalau tidak memberi uang. Menurut polisi dosen wanita ini kenal dengan caleg di sebuah bus karena sebangku, kemudian bertukar nomer HP. Dosen yang juga pengusaha konveksi ini di janjikan akan di bukakan cabang baru usaha konveksi. Karena tergiur iming-iming cabang baru. Dosen ini meng-iyakan saja ketika si caleg mengajak ketemuan di sebuah hotel, Di hotel itu hubungan badan terjadi.

                Belum lama juga. Seorang ASN yang mengurusi keagamaan di sebuah kota di Jawa Barat.  Harus meregang nyawa setelah beberapa menit sebelumnya berhubungan badan dengan seorang penipu yang mengaku seorang pelaut. Perkenalan ASN dengan penipu ini melalui pesan FB. Si penipu mengedit wajahnya dengan badan orang lain yang memakai seragam pelaut.

                Karena di janjikan akan di nikahi, sekali ketemu sudah melakukan persetubuhan. Tidak cukup di situ si penipu meminjam uang 25 juta pun langsung di kasih. Nyatanya janji di nikahi tidak terealisasi. Yang ada setiap ketemu hanya berzina. Karena jengkel uang 25 juta di minta dikembalikan, setelah bersetubuh, kepala si wanita ASN yang juga ibu rumah tangga itu di pukul dengan palu.

                Contoh di atas seorang yang sudah menikah. Di Palembang seorang prajurit TNI, DP yang masih mengikuti pendidikan melarikan diri dari kesatuan. Sebelumnya prajurit muda ini membunuh dan memutilasi pacarnya FO. Di persidangan terungkap DP membunuh FO Karena panic setelah berhubungan badan. FO mengaku telah hamil 2 bulan. Di persidangan pula terungkap fakta, DP sebelum membunuh Vera juga masih sempat menginap dengan wanita lain yaitu S. Di saat menginap itu keduanya juga melakukan hubungan badan. Keduanya bukan suami istri.

                Penulis, mencoba mengingat beberapa peristiwa pembunuhan beberapa tahun lalu. Termasuk peristiwa pembunuhan seorang wanita oleh Satpol PP sebuah kota di Jawa Timur. Satpol PP mencekik leher wanita selingkuhannya saat si wanita masih telanjang. Menurut terdakwa ia marah karena wanita mengejek lemah sahwat. Tersangka seorang bapak yang sudah punya anak. Dan korbannya seorang istri yang suaminya kerja jauh di luar kota.

                Bagi seorang yang beragama,  meninggal dengan cara seperti itu termasuk mati konyol. Ia akan menjadi catatan buruk dan aib bagi keluarga yang di tinggalkan.

                Menurut penulis ada beberapa sebab yang menjadikan kasus ini marak. Pertama, Keluarga yang kurang harmonis. Di beberapa kasus perselingkuhan yang berakhir pembunuhan. Kedua orang pelaku dan korban sama-sama mempunyai pasangan hidup yang sah. Tapi komunikasi keduanya kurang baik. Suami kerja jauh . Istri yang kurang menarik. Tidak ada keturunan di rumah. Bosan dengan pasangan.

                Kedua, Tidak ada kontrol. Kontrol yang baik adalah agama dan keluarga. Pada beberapa kasus salah satu korban bekerja di institusi keagamaan. Dan kebanyakan kasus korban dan tersangka mempunyai keluarga. Institusi keagamaan seringkali tidak mendukung seseorang untuk terjaga perilakunya. Seseorang beruntung ketika agama benar-benar menjadi nafasnya. Hal baik dan buruk dengan filter agama akan mempengaruhi tindak tanduknya. Keluarga sebagai filter ketika terjadi komunikasi yang baik antara anggota keluarga.

                Ketiga, perkembangan teknologi. Teknologi yang maju pesat seakan menjadi pisau bermata dua. Satu sisi dia bermanfaat bagi peradaban manusia. Dan disis yang lain ia ikut mengacaukan perilaku manusia. Video yang tidak manusiawi dengan mudah di akses oleh siapapun, bahkan di tempat paling suci.

                Keempat, Sarana yang mendukung. Di banyak tempat penginapan dan hotel tidak mensyaratkan seorang laki-laki dan perempuan chek in harus menunjukkan identitas perkawinan. Bahkan di tempat Wisata songgoriti Batu, memfasilitasi dan menawarkan pengunjung yang berboncengan untuk menginap. Maka, tak ayal beberapa siswa sekolah menengah yang hamil dahulu, berhubungan badan pertama kali di songgoriti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun