M. Hafizhuddin
M. Hafizhuddin Penyunting

Anggota Paguyuban Tidur Berdiri di Commuter Line

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Indonesia Takkan Kehabisan Kiper Berbakat

7 Maret 2018   15:16 Diperbarui: 7 Maret 2018   18:26 2008 4 2
Indonesia Takkan Kehabisan Kiper Berbakat
Satria Tama, M. Ridho, Andritany, dan Kartika Ajie tengah berlatih dalam training center tim nasional Indonesia sebagai persiapan Asian Games 2018 (gambar: bola.com)

Perhelatan turnamen pramusim, Piala Gubernur Kaltim 2018, telah usai dengan memunculkan Sriwijaya FC sebagai juara. Gelar tersebut didapat setelah mereka mengandaskan Arema FC 3-2 di Stadion Palaran, Samarinda (04/03).

Meski kalah, Arema masih boleh berbangga hati karena satu pemainnya dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Pemain itu adalah Kurniawan Kartika Ajie, sang kiper yang baru bergabung dengan Arema musim ini.

Tentu penghargaan tersebut menjadi hal yang membanggakan bagi Kartika Ajie. Sebab tidak banyak kiper yang bisa meraih penghargaan individu dalam sebuah turnamen meski hanya di level pramusim.

"Alhamdulillah.. Semua ini atas nikmat dan karuniamu Yaa Robb, terima kasih juga buat kedua orang tua saya, keluarga, rekan satu tim saya, sahabat, haters yang sudah buat saya semakin kuat," tulis Kartika Ajie pada akun instagramnya.

Pemain kelahiran 20 Juni 1996 ini memang dianggap sebagai penjaga gawang potensial. Di klub sebelumnya, Persiba Balikpapan, ia sudah didapuk menjadi kiper utama. Tak heran jika Kartika Ajie dipanggil Luis Milla untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di ajang SEA Games tahun lalu.

Stok Kiper Melimpah                                                                              

Menarik untuk memperbincangkan kiper di kancah persepakbolaan Indonesia. Sebab dari tahun ke tahun ada saja kiper yang tampil memukau di liga domestik dan mencuri perhatian masyarakat. Dalam satu tahun terakhir, setidaknya ada enam kiper yang dianggap layak untuk menjadi kiper utama timnas, menggantikan Kurnia Meiga yang tengah sakit.

Sebut saja Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta), Deden Natshir (Persib Bandung), M. Ridho Djazulie (Borneo FC), Teja Paku Alam (Sriwijaya FC), Wawan Hendrawan (Bali United) dan Awan Setho (Bhayangkara FC) yang kerap menjadi pemain terbaik pada laga-laga mereka di Liga 1.

Belum lagi Kartika Ajie dan Satria Tama yang unjuk gigi bersama timnas Indonesia U-22 di SEA Games. Ada pula M. Riyandi, Aqil Savik, atau Gianluca Pagliuca Rossi yang memperkuat timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri tahun lalu.

Luis Milla sendiri sejauh ini memilih Andritany sebagai kiper utama. Pemain yang kerap disapa Bagol ini memang menjadi kiper yang paling menonjol musim lalu. Dari 33 penampilannya bersama Persija di Liga 1, ia berhasil menjaga gawangnya tak kebobolan di 14 laga dengan total 92 kali penyelamatan.

Mengesankannya penampilan para kiper ini diakui pelatih kiper Borneo FC asal Brasil, Luizinho Passos. Ia menyebut Indonesia takkan kekurangan stok kiper di masa mendatang.

"Tidak mungkin timnas Indonesia kekurangan kiper. Karena setiap klub punya kiper bagus. Banyak sekali yang saya lihat punya potensi menjadi kiper hebat, asal mendapatkan kesempatan yang bagus, mereka bisa menunjukkan kualitasnya," kata Luizinho dikutip dari Bolalob.com.

Mendapat Kepercayaan Klub

Melimpahnya stok kiper Indonesia tak lepas dari kesempatan yang mereka dapatkan di klub. Memang selama ini sangat jarang klub di Indonesia mengontrak pemain asing untuk posisi tersebut.

Dari sedikit kiper asing, hanya Yoo Jae Hoon (Korea Selatan) yang memiliki prestasi mentereng selama tujuh tahun karirnya di Indonesia. Bersama Persipura Jayapura ia mencatatkan tiga gelar juara liga domestik. Hingga tahun ini Jae Hoon masih betah berkiprah di Indonesia dengan mencoba peruntungan baru di klub Mitra Kukar.

Posisi kiper memang seharusnya dilindungi untuk diisi pemain-pemain lokal agar cepat berkembang. Sebab kalau saja posisi ini diberikan kepada pemain asing, maka sulit rasanya timnas kita mendapat kiper yang dapat diandalkan.

Tengok saja kompetisi di Inggris, di mana klub lebih senang mengontrak kiper asing. Tak heran jika timnasnya pernah (bahkan masih) kekurangan stok kiper berkualitas sepeninggal David Seaman. Pada Piala Dunia 2010 lalu, Timnas Inggris malah masih mengandalkan David James yang kala itu berusia 39 tahun.

Kita tunggu saja, siapa yang akan konsisten bermain di level terbaiknya. Menurut saya, selama Andritany masih menjaga performanya, kemungkinan besar dia akan terus menjadi pilihan utama Luis Milla.

Ah, andai saja kebiasaan untuk tidak mengontrak pemain asing  di posisi kiper juga diterapkan klub-klub Indonesia untuk posisi penyerang. Rasanya sampai saat ini semua klub masih terlalu mengandalkan penyerang asing yang membuat penyerang lokal sulit bersaing. Pahitnya, kesempatan di timnas pun "terhalangi"pemain naturalisasi. Duh!