Mohon tunggu...
Darkim
Darkim Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengangguran Terselubung

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Yang Resah, Yang Tak Mampu Bersuara

20 Oktober 2022   08:02 Diperbarui: 20 Oktober 2022   08:06 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada resah

Seribu kecewa

Ada sakit yang tertahan, ada ketidakadilan di depan mata. Ketimpangan hukum di pertontonkan, ada seribu dalih mereka yang mempermainkan.

Ini suara kaum marjinal, di sibukkan dengan sulitnya penghidupan, di sodorkan janji ketika dulu hendak naik ketampuk kekuasaan.

Dan kini terlupakan.

Mengapa resah tidak mampu bersuara, mengapa rasa hampa di paksa menyaksikan kebijakan tak menyentuh sengketa.

Ketika di minta patuh, kami tunduk menjunjung apa katamu.

Ketika di perintah taat aturan negara, kami pegang erat hukum sebagai landasan berbicara.

Tidak pernah menuntut melebihi sekedarnya saja.

#####

Baganbatu, oktober 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun