Mohon tunggu...
Darkim
Darkim Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengangguran Terselubung

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Malam Jelatah tentang Negara

25 September 2022   07:17 Diperbarui: 25 September 2022   07:20 75 12 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: pixabay.com

Rumahku hanya seomggok jerami, bertiang ranting mahoni

Meja dan kursi tak pernah terbeli, hanya sehelai kertas putih sebagai alas tidur hingga kini

Tanpa televisi

Bahkan pintu dan jendela hanya berupa ukiran di pelepah patah

Jangan tanya tentang gorden, aku paling tidak suka yang bermotif penari remaja

Dia seperti mengejeku

Mencemburuiku

Bagaimana aku tetap hidup ketika gemerlap zaman telah jauh merubah waktu

Aku hanya tidur empat atau lima kali dalam semusim

Musim durian

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan