Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Perempuan Cantik Berkacamata Tissu

11 Juni 2021   19:04 Diperbarui: 11 Juni 2021   19:26 46 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Perempuan Cantik Berkacamata Tissu
Pixabay.com

Bertumpu pada rumput dan seikat perdu. Malam semakin menjelang, siang hilang tanpa bayangan selamat tinggal. Memenuhi kodrat alam, menangisi segala yang tanggal. 

Langit pecah seiring duka, berserakan tawa menghina. Bianglala tiba-tiba putar arah, berhimpitan, tumpang-tindih dengan gradasi senja. Entah mengapa.

Tangiskah itu? Butir debu menyatu di kelopak matamu. Tetes hujan metafora kehilangan pegangan. Hanya sebentar, lama terasa menghujam perasaan.

Jika ini duka, mengapa berulang hingga malam tiba. Malukah kepada rembulan di puncak menara, irikah nyanyi serangga berdendang kasih dalam gulita.

Mengapa menangis?

*****

Baganbatu, juni 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x