Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Jejak Itu

5 Juni 2021   07:44 Diperbarui: 5 Juni 2021   09:04 83 12 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Jejak Itu
Pixabay.com

Berlarilah. Melesat seperti anak panah, menjauh dengan menumpang gemuruh. Seberangi lautan, menjelajah hingga negeri Uzbekistan. Namun jejak itu, tetap menyertai langkahmu.

Semakin jauh engkau berlari, semakin dalam engkau bersembunyi, masa lalu bagai hantu mengganggu waktu. Kadang tak lagi berwujud,  tapi perih yang menyertai masih mampu mengganggu mimpi.

Kadang kepada gelap engkau berharap, segala yang telah diperbuat segera lenyap. Hilang dibawa angin, layu kemudian runtuh seiring waktu. Tapi engkau merasa tertipu. Satu persatu membayang dalam angan, tak mau enyah walau sebentar.

"Mengapa menghindar jika itu adalah kenyataan". Rumus sederhana yang mensyaratkan keberanian. Itulah jalan keluar.

*****

Baganbatu, juni 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x