Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Sungguh, Aku Membencimu

3 Maret 2021   18:45 Diperbarui: 3 Maret 2021   19:09 81 12 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Sungguh, Aku Membencimu
Pixabay.com

Sungguh. Aku membencimu. Engkau mengawasi dengan mata tajamu. Memindai seluruh aliran rasa di urat nadi, menghitung dan mengkalkulasi, sebentuk emosi, getar dan denyut sambungan antara cinta dan benci. Antara cemburu dan benih kasih. Itu menyakiti. Tapi engkau tak peduli.

Harus kuakui. Matamu indah bila kuingat dalam mimpi. Bahkan aku hampir gila, kebencianku kepadamu ternyata berujung cinta. Entah ini sebentuk fatamorgana,  atau ini adalah permainan dewi asmara.

Sungguh aku membencimu,  tapi perlahan, sangat perlahan. Pelan-pelan aku jatuh hati kepadamu. Kepada kebencianku kepadamu, kepada ketidaksukaanku kepadamu, kepada antipatiku kepadamu. Aku malu.

Sungguh, aku membencimu.

*****

Baganbatu, maret 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x