Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Perempuan di Bawah Hujan Salju

4 Mei 2020   20:38 Diperbarui: 4 Mei 2020   21:13 114 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Perempuan di Bawah Hujan Salju
pixabay.com

Beku! Segumpal hati lebih dahulu membeku, tiap ruang penyimpan memori menutup tirai sekeras batu. Bukan dingin menikam ingin, bukan salju pembunuh haru, dingin hanya permainan musim, salju hanya pertanda bahwa kehidupan telah berganti. Hari ini atau sebentar lagi.

Lima derajat di bawah nol. Langkah kaki bertalu-talu memukul permukaan hati, bertubi-tubi rasa perih mendatangi, mengitari luka yang beku oleh darah bercampur salju.perih itu lebih putih dari gumpalan salju, berkilau melenakan pada awal perbuatan, menyisihkan racun ketika kisah hampir mendekati akhir.

Ini musim salju yang kesekian kali dalam hidupnya, udara dingin telah mengenali ciri duka yang ia derita. Dari musim ke musim, dari hangat ke dingin, perempuan itu hanya menundukan muka merapikan duka.

Bagan batu, mei 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x