Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Banjir Memenuhi Ruang Jiwa

27 Februari 2020   07:11 Diperbarui: 27 Februari 2020   07:57 46 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Banjir Memenuhi Ruang Jiwa
pixabay.com

Badai kan datang sebentar lagi. Di dalam berita, di topik utama, hingga memenuhi percakapan di sosial media. Gambar-gambar di kumpulkan, deret huruf dan angka di sandingkan, jutaan tangis di setiap sudut di tampungkan. ternyata semua adalah derita

Tuan pemimpin menjadi gambar utama. tubuhnya tak susut meskipun air penuh sekeliling, wajahnya segar seakan banjir hanya lewat sekilas dari layar kaca. "Beri waktu kami bekerja," begitu yang sempat tertangkap berita tentang tuan pemimpin entah di mana

Banjir memenuhi ruang jiwa, tak usah di perdebatkan siapa yang salah. semua telah tergambar nyata, semua telah jelas siapa yang benar-benar bekerja. Banjir berita, banjir air mata, banjir perdebatan. tapi siapa yang menanggung derita?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x