Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Memaknai Senja dari Sepotong Roti Terakhir

22 Februari 2020   20:57 Diperbarui: 22 Februari 2020   21:35 104 14 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Memaknai Senja dari Sepotong Roti Terakhir
Pixabay.com

Jika menikmati senja adalah dosa, aku adalah orang pertama yang terkurung di dasar neraka. Begitu pengakuanmu tatkala semburat merah belum lagi hilang dari panorama, menegaskan cinta melebihi tentang apa yang nyata dan tiada

Tapi tuhan memang maha penyayang, di biarkan para hamba mengecup dan menyerap habis setiap butiran maha karya itu hingga terpuaskan isi rongga dada. Menggelepar terpenuhi dahaga jiwa, terbang menggapai puncak-puncak cinta yang tersedia

Perlukah mendirikan prasasti bila kenangan syurgawi itu selalu terulang lagi? Mengulum manis senyum sang dewi keindahan memahat sketsa senja, mencicip hingga memabukan nukilan kata mesra yang berpendar di setiap sudut mayapada. Senja menyediakan segalanya, bahkan sesuatu yang belum lagi terlintas di benak para pemujanya

Begitulah senja memanjakan setiap pikiran yang menyelami makna, merah dalam pandangan, sejatinya ada jutaan partikel bahagia di dalamnya. Senja tempat para pemuja menikmati sejuta kisah dari segala cara yang di pinta

Senja tidak akan pernah berakhir, hingga manusia terakhir merasakan manisnya cinta sebagai oleh-oleh untuk orang tercinta. Senja bahkan menunggu dalam kelebat cahaya mencari sepotong hati yang belum lagi terisi. Selamat menikmati senja dengan cara yang engkau suka

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x