Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Kucar-kacirku

14 Oktober 2019   06:38 Diperbarui: 14 Oktober 2019   07:32 0 9 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Kucar-kacirku
Dok pribadi

Tung tang dek! Mang ming mung meooong. Adab telah terlempar kedasar jurang, ikan asin terbiarkan walau perut lapar. Saru, seru, rusuh, rubuh. Masing-masing kita memikirkan sejengkal angan, kenyataan? Masih belum menyentuh perasaan dan pikiran. Mengerikan

Kucar-kacir ku, car kucir cir ku car, acar ku cir pacar ku car. Kucar-kacir karena kuatir, kekuasanmu? Kedudukanmu? Dinastimu?lah aku gimana? Aku yang mengangkatmu? Aku yang mendukungmu?masak aku yang harus menjatuhkanmu! Kurang kerjaan apa.

Mangan ora mangan asal kumpul. Jangan makan,jangan ada makanan, jangan saling makan, apalagi jangan sampai saling mengumpankan. Perbuhan zaman? Memang zaman edan! Yen ora edan ora kedhuman.

Jauh dahulu kala saat si empunya cerita masih hidup di gua, makan apa saja karena masih melimpah, hidup masih sederhana tanpa wifi apalagi group WA. Semua bahagia, semua berwajah cerah, hujan-hujanan hal biasa. Hujan air mata? Jauh mbakyu!

Di tunggu loh pak dhe janjimu hari ini, janji yang mana? Memang pernah janji? Atau kamu-kamu yang kemakan mimpi??? Tak suiti tiga kali. Rumitnya hidup di zaman ini, janji saja sulit di tepati, apalagi menepati janji? Lah podo to.

Bagan batu 14 oktober 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x