Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Puisi | Hati yang Mulai Berdebu

9 Agustus 2019   06:44 Diperbarui: 9 Agustus 2019   06:57 0 10 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Hati yang Mulai Berdebu
Dokumen pribadi

Hiruk-pikuk dunia telah menutup mata hati, menjadikan indah pada pandangan apa-apa segala yang fana. Sekedar mengusap lembut rasa kemanusiaanpun aku tlah lupa, debu dunia telah nyata menipu hakikat sejatinya

Setiap tarikan napas terasa berat oleh maksiat, kata yang terucap penuh dengki dan hawa hianat. Berbicara tapi jauh dari bermakna, berbuat tapi tiada sedikitpun manfaat bagi sesama

Hujan mungkin akan lama turun membasahi bumi, pertanda alam pun bersedih memandang kebiadaban yang terjadi. Pohon jati meranggas meminta belas kasih, batu-batu cadas merintih menahan pedih. Tapi aku yang di karuniai akal budi hanya sibuk mengumpulkan iri dengki

Hati yang mulai berdebu di permainkan waktu, berharap hidup lebih lama sekehendak hasratnya. Bila saatnya tiba, bila kepastian menjemputnya, barulah diri tersadar akan bekal nyata perjalanan. Mungkin hanya sesal yang menjadi teman di dalam kesia-siaan

Bagan batu 9 agustus 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x