Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Bumi Menjerit di Ketukan Sang Waktu

8 Agustus 2019   13:10 Diperbarui: 8 Agustus 2019   13:17 0 20 7 Mohon Tunggu...
Puisi | Bumi Menjerit di Ketukan Sang Waktu
Pixabay.com

Bumi rengkah diterjang gairah siang yang membara, ciptakan guratan luka yang tak sembuh hingga penghujung malam tiba. Kisah-kisah peradaban menyeruak dalam setiap peristiwa, seakan ini adalah bukti kedzoliman manusia bernyawa

Ranting-ranting mahoni tak mau lagi bernyanyi, hanya semilir angin hilir mudik mengunjungi sepi. ketika tinta pena segera mengering, ketika tangisan terdengar riuh dan lebih nyaring

Tanah gersang sembunyikan tangis hingga gelap menjelang, selimuti harapan dengan membagikan mimpi tanpa kenyataan. Setiap kita hentakan kaki memulai langkah, ada ribuan tanya yang tak muda dijawab

Bagan batu 8 agustus 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x