Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Puisi | Surat Terakhir Sebelum Ku Melangkah Jauh

8 Agustus 2019   04:33 Diperbarui: 8 Agustus 2019   05:17 0 12 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Surat Terakhir Sebelum Ku Melangkah Jauh
Pixabay.com

Seribu jalan dengan aneka rintangan telah kita lalui, onak dan duri bagai goresan melody yang tak henti melukai, jilatan debu tak urung mengusap perih hingga sanubari, menciptakan kenangan di peredaran masa yang silih berganti

Kini, ketika langkah sejenak terhenti di persimpangan jalan, aneka siulan memanggil hendak berikan arah. Engkau dan aku tergagap menyadari arti kebersamaan, seķian lama seiring sejalan, tapi hati kita masih di ruang dan masa yang berbeda

Sengaja ku tulis aksara perpisahan di lembaran awan, agar jadi pedoman bila kita saling menyalahkan di lain kehidupan. Ku tulis pelan tentang perasaanku pada hatimu, agar tergambar betapa sayangku masih seperti dulu

Surat terakhir sebelum ku melangkah jauh, rangkuman kata hati yang di ramu dengan huruf rindu. Awal dan akhir adalah tentang penggalan indah kisah itu, ketika bahagia tak mesti harus memiliki, ketika setia adalah merelakan sebahagian hati

Bagan batu 8 agustus 2019