Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Tenang-tenanglah, Ketika di Puncak Gelombang Pasang

18 Juli 2019   12:32 Diperbarui: 18 Juli 2019   12:48 81 11 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Tenang-tenanglah, Ketika di Puncak Gelombang Pasang
Pixabay.com

Engkau menyebutku dungu, ketika angin menerbangkan puing rembulan, mengombang-ambingkan hati dan perasaan tak tentu tujuan. Aku tetap terdiam, cabikan kata-kata menyayat dalam membelah dada, caci maki menghujam menimbulkan perih tak terobati

Bahkan engkau menuduhku sengkuni, hari ini berdiri di barisan putih, esok atau lusa menyeberang membawa lain bendera. Aku hanya menatapmu, bahkan ketika air ludahmu menghina harga diriku, aku tak hendak membalasmu

Tenang-tenanglah, ketika di puncak gelombang pasang. Sedetik datang menjulang, sekejap mata pergi menghilang. Hanya butiran keringat yang tersisah, hanya goresan luka yang tak membuat aku mati sia-sia

Tenang-tenanglah, saatnya pasti kan tiba. Engkau akan tenggelam bersama sumpah serapah, engkau akan menghilang bersama masa. Yakinku itu, tenang-tenanglah

Bagan batu 18 juli 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x