Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Puisi | Rumah Mungil di Tepi Langit Mati

15 Mei 2019   22:46 Diperbarui: 15 Mei 2019   23:04 0 7 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Rumah Mungil di Tepi Langit Mati
Pixabay.com

Mengenang hadirmu kembali merajut mimpi,memetik kuntum harum putih melati.melukis tentang senja yang tak pernah berhenti mencintai sunyi

kita berdua pernah berjanji sehidup semati,menanam akar kayu jati,membingkai lukisan tentang cinta abadi di lorong mimpi.engkau begitu bahagia,sehingga senyum manismu tiap sekejap pasti menghiasi langit mati

rumah mungil di tepi langit mati bagaiakan saksi,memadukan dua hati yang rindu akan kebahagiaan sejati.rumah yang berlantaikan kesetiaan dan beratap pengorbanan,menciptakan berjuta memory tentang arti ketulusan

kini setiap purnama menjelang,ku bakar segenggam rindu di ujung malam.berharap aroma penantian kan membangunkanmu dari tidur keabadian.begitu yang slalu ku lakukan,hingga tuhan menghantarkanku melintasi waktu untuk menemui dirimu

Bagan batu 15 mei 2019