Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Bola

Kongres Tahunan PSSI, Kapan Bersikap Dewasa?

12 Januari 2019   09:28 Diperbarui: 12 Januari 2019   09:38 0 4 2 Mohon Tunggu...
Kongres Tahunan PSSI, Kapan Bersikap Dewasa?
Ilustrasi pssi (sumber:mojok.co)


Kongres tahunan pssi yang rencananya akan di adakan di bali (20 januari 2019) dengan agenda utama  laporan kerja tahun 2018,dan program kerja untuk tahun 2019.

Tentu juga akan di bahas hal hal lain yang bersangkutan dengan perkembangan sepak bola indonesia.kegagalan timnas dalam berbagai kejuaraan,kerusuhan antar penonton, pengaturan skor, pemberantasan mafia bola, pasti akan masuk dalam agenda evaluasi. 

Tapi karena ini cuman kongres tahunan,maka kita jangan berharap akan ada keputusan yang luar biasa.

Jadi pengurus pssi itu pekerjaan berat.tidak hanya berat dalam membina dan mengelola agar pesepakbolaan berjalan lancar, tapi juga harus menghadapi tuntutan masyarakat pencinta bola,agar sepak bola indonesia makin berprestasi.

Karena tantangan dan tanggung jawab yang berat, maka hanya orang orang yang hebat sajalah yang pantas menduduki jabatan pengurus di pssi. Tidak hanya hebat dalam pengetahuan dan pemahaman tentang sepakbola,tapi mereka juga hebat dalam berpikir dan bertindak.

Orang hebat pasti selalu mengevaluasi apa yang telah dihasikan dari kerja kerasnya selama  2018 dan akan menjadikan kegagalan ataupun keberhasilan yang telah di lakukan. menjadikanya bahan pertimbangan menyusun program kerja ditahun 2019 ini.

Karena kongres tahunan pssi ini adalah ajang evaluasi,saya punya harapan agar semua pengurus juga melakukan evaluasi diri.seberapa besar tanggung jawab yang di emban dapat dilaksanakan.apa yang sudah diberikan untuk kemajuan sepakbola.atau malah jadi beban bagi pssi.

Karena pengurus pssi adalah orang orang yang hebat,mereka pasti mampu mengukur kemampuan diri.bila selama ini hanya jadi parasit dalam tubuh pssi,maka ia akan segera sadar diri untuk segera memperbaiki.bahkan bila perlu mengundurkan diri.

Jadi pengurus itu berat.apalagi sambil nyambi kerja di tempat lain.tidak hanya butuh kehebatan,tapi juga menuntut kosentrasi yang tinggi.buat apa kerja di dua tempat bila hasilnya kita jadi tidak bisa memberikan yang terbaik.apalagi bila pekerjaan itu di bungkus kata pengabdian.

Ternyata kehebatan saja tidak cukup untuk menjadi pengurus pssi dibutuhkan kedewasaan sebagai filter dan pendamping dari rasa hebat.karena dengan kedewasaanlah kita jadi tahu bahwa sehebat apapun kita pasti punya banyak kekurangan.dan dengan kedewasaan kita bisa menentukan apakah kita berguna atau merugikan.selamat mengikuti kongres.