Mohon tunggu...
Muhammad Khoirul Wafa
Muhammad Khoirul Wafa Mohon Tunggu... Penulis - Santri, Penulis lepas

Santri dari Ma'had Aly Lirboyo lulus 2020 M. Berusaha menulis untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Instagram @Rogerwafaa Twitter @rogerwafaa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Selalu Banyak Orang Hebat Tersembunyi di Sekitar Kita

28 Mei 2020   06:00 Diperbarui: 28 Mei 2020   06:18 476
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pinterest/Daniel Guilyardi

CATATAN TENTANG DI SEKITAR KITA BANYAK TERSEMBUNYI ORANG HEBAT

_________

Saya sering heran, kok akhir-akhir ini jarang ada penerbit meluncurkan buku yang "berkualitas". Atau minimal buku yang bagus menurut selera saya. Kebanyakan yang mengisi rak toko-toko buku hanya karya para influence, atau orang-orang yang memang sudah punya nama besar. Nama-nama baru seperti jarang muncul.

Buku bagus itu bisa "dicium" dari aroma judul dan sedikit preview beberapa halaman. Sekian halaman bagus, biasanya isinya akan bagus hingga halaman terakhir. Bagian paling penting tentu saja daftar isi. Dan kadang-kadang juga kata pengantar.

***

Memang ibarat dunia gemerlap Hollywood itu gak seindah kelihatannya. Sebelum anda benar-benar bisa memahami alur cerita film Quentin Tarantino, Once Upon A Time in Hollywood.

Padahal saya sendiri belum nonton... Tapi udah sok tahu aja. Hehehe...

Sama seperti gemerlap dunia tulis menulis papan atas. Mungkin seperti itu juga. Entahlah. Saya blas gak ada cita-cita terjun di dunia begituan.

Saya tetap mencoba berbaik sangka. Masih menganggap kalau penerbit itu punya misi mulia. Karena saya bukan orang Gramedia atau Mizan. Jadi saya gak mau memvonis macam-macam. Sampai akhirnya saya baca ini.

"Penolakan yang datang dari penerbit komersial (major label) hanya akan ada tiga jenis: Naskah belum sesuai visi & misi penerbit. Naskah tidak memiliki keistimewaan dan sesuatu yang baru. Atau market untuk naskah tersebut tidak/belum ada." Tulis mas Wiwien Wintarto.

Tapi aslinya itu semua hanya basa-basi. Bahasa formalitas dan pemanis belaka. Alasan sebenarnya kata mas Wiwien adalah "hanya karena editor tak yakin naskahnya bisa dijual (karena kita pemula, belum terkenal, atau hanya karena kita bukan Andrea Hirata, Bernard Batubara, dan Dee)."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun