Mohon tunggu...
Kamilia Rifani
Kamilia Rifani Mohon Tunggu... mahasiswi tingkat tiga

Manusia bernama pena enamjari yang sedang mengejar cita-cita sambil menimbun tulisan, menikmati musik, dan berjoget ria.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Semua Manusia Punya Rasa...

14 Februari 2020   14:23 Diperbarui: 14 Februari 2020   14:37 33 2 0 Mohon Tunggu...

Lelaki tua, seorang ayah di meja seberang
wajahnya datar, lengkung bibirnya kasar,
tidak ada yang paham arti gurat dahinya
barangkali sedang berbangga
atas anak pertamanya, kedua, atau ketiga.
Sedang remaja di luar jendela terbahak-bahak,
memamerkan yang kata mereka bahagia,
siapa hendak tahu perih di ulu hatinya
setahun lalu, ditinggal sepasang kekasih hati: ayah, bunda.
Ada pula kita, tengah bingung di antara banyak rasa.

Beberapa tumbuh tanpa sempat menyecap semua rasa,
beberapa dipaksa untuk tidak menyicip satu-dua rasa,
beberapa patah dan hilang rasa,
tapi sejatinya ia hanya terkubur sementara.
Menyalahkan keadaan, siapa bilang solusi cerita?
Bahagiamu belum tentu bahagiaku,
bukan salahmu tersenyum saat langitku runtuh.
Entitas unik, lagi tercipta istimewa
untuk masing-masing manusia di dunia,
silakan tenggelam dalam atau hirup bebas.

Kayuh,
rakit,
pukul runtuh,
bangkit!

VIDEO PILIHAN