Mohon tunggu...
Kamaruddin
Kamaruddin Mohon Tunggu... Jurnalis - Mengingat bersama dengan cara menulis

.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kisah Pemuda Penggali Sumur yang Terperangkap Kenikmatan

5 November 2021   12:32 Diperbarui: 5 November 2021   12:34 289 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi sumur: Pngtree.com

Cerita ini diambil dari Khutbah Hari Raya Idul Fitri (Rabu, 12 Mei 2021)

Zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai penggali sumur. Suatu hari saat sedang menggali sumur tiba-tiba ia menemukan batu, batu yang belum pernah dilihat sebelumnya. Begitu indah, pemuda itu yakin dalam hatinya bahwa, itu batu berharga, batu yang memiliki nilai.

Rasa penasaran bergejolak, hingga pemuda itu, beranjak dan berangkat untuk memastikan itu batu apa yang ia temui itu. Dia pergi ketempat asah batu di desanya, setiba disana, ternyata dia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, tukang asah batu di desanya tidak tahu jenis batu yang pemuda itu bawa.

"Anak muda, jika kamu ingin tau apa jenis batu ini, pergilah ke Kota," suruh tukang asah batu.

Ia pun mendengar arahan itu dan berangkat ke kota. Setiba disana, ia bertemu dengan tukang asah batu, ternyata tukang asah batu di kota juga tidak tau jenis batu itu.

Anak muda pergilah ke Ibukota Provinsi. Disana tukang asah batu lebih hebat, profesional, mereka punya alat untuk mengetahui jenis batu itu," tukang asah batu kembali memberikan arahan kepada pemuda itu.

Berangkatlah pemuda itu ke Ibukota Provinsi, singkat cerita bertemu dengan tukang asah batu di Ibukota Provinsi, diambil batu pemuda itu, dimasukkan kedalam laboratorium, begitu dikeluarkan, tukang asah batu berkata ;

Anak muda engkau beruntung, inilah batu yang dicari-cari oleh manusia, inilah batu yang dinamakan orang dengan sebutan berlian. Tidak orang yang sanggup membeli kecuali raja, kalau memang kamu ingin mengubah nasib, supaya tidak menjadi lagi sebagai tukang gali sumur. Pergilah ke istana dan tawarkan kepada raja berlian ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan