Mohon tunggu...
kaekaha
kaekaha Mohon Tunggu... Unda Lakian Urang Banjar

... penikmat musik dan budaya nusantara, buku cerita, kopi nashittel (panas pahit kentel) serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Menikmati Transformasi Pecel di Keluarga Gado-gado

26 April 2021   22:09 Diperbarui: 26 April 2021   22:42 458 35 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menikmati Transformasi Pecel di Keluarga Gado-gado
Kerupuk Pecel | @kaekaha

Sajian kuliner nasi pecel dengan embel-embel kata Madiun di belakangnya tentu sudah sangat familiar bagi masyarakat nusantara dari Sabang sampai Merauke. Betul?

Memang, belakangan sajian kuliner yang konon tidak hanya menyajikan citra harmoni citarasanya semata, tapi juga citra dari harmoni kesederhanaan  bahan-bahan untuk membuatnya ini, banyak juga muncul dengan label dari kota-kota lain di Jawa Timur, seperti pecel Blitar, pecel Kediri, pecel Tulungagung, pecel Trenggalek dan lain-lainnya.

Baca Juga :  Saatnya Memunculkan Kategori Penghargaan "Article of The Year" di Kompasianival 2021

Tapi tak apalah, semakin banyak jenis kuliner pecel di pasaran dengan cirikhasnya masing-masing, sebagai bentuk transformasi terhadap ruang dan waktu para pegiatnya, pasti akan memperkaya kazanah per-pecelan di Indonesia. 

Dengan begitu, harapannya kuliner nasi pecel dengan beragam variannya tidak hanya menjadi jago kandang di Jawa Timur bagian barat saja, tapi bisa seperti Nasi Padang yang memang bisa  hadir secara fisik di seluruh nusantara, bahkan dunia.

Sambal Pecel  Madiun, Pedas dan Cenderung Asin| @kaekaha
Sambal Pecel  Madiun, Pedas dan Cenderung Asin| @kaekaha

Seperti beragam jenis kuliner lain di dunia, nasi pecel juga bisa bertansformasi di ruang dan waktu yang jauh berbeda dengan daerah asal muasalnya, Madiun. Tidak hanya transformasi dalam bentuk beragam nama kota yang kelak juga ikut mengadopsi dan mempopulerkan dengan branding baru, tapi juga transpformasi dalam bentuk olahannya. 

Ini yang biasa menjadi keniscayaan, ketika pecel harus menyeberang lautan dan dipaksa lahir dari tangan yang tidak mempunyai akar tradisi "perpecelan" yang otentik, pecel yang lahir dari "keluarga gado-gado" seperti keluarga kami, perpaduan dari darah Jawa dan Banjar.

Baca Juga :  Kojima Solusi Praktis Gaya Hidup Sehat ala Rasulullah

Tidak heran jika kemudian pecelnyapun lebih cenderung menjadi varian pecel baru yang kami sebut sebagai pecel kota 1000 sungai, dengan cirikhas super pragmatis alias memanfaatkan bahan-bahan seadanya dan tidak memerlukan citarasa otentik layaknya pecel ndeso khas Madiun dan sekitarnya yang cirasanya memang juara, meskipun harganya sangat murah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x