Mohon tunggu...
Kartika Eka H
Kartika Eka H Mohon Tunggu... Perajin Souvenir

...pembuat souvenir dan penikmat kuliner berkuah kaldu ..... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Menikmati Passion ala Manusia Api dari Banjarmasin yang Menginspirasi

31 Desember 2019   09:39 Diperbarui: 31 Desember 2019   14:15 172 31 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menikmati Passion ala Manusia Api dari Banjarmasin yang Menginspirasi
Kai Api Beraksi di Siring Sungai Martapura (dokpri)

Masyarakat Kota 1000 Sungai, Kota Banjarmasin nan Bungas tentu sangat familiar dengan sosok eksentrik bergelar Kai Api (kakek api) yang selalu hadir di kawasan wisata terpadu Siring Sungai Martapura.

Setiap akhir pekan Kai Api menghibur pengunjung yang datang dengan berbagai atraksi permainan api dan juga beberapa aksi pentas kekebalan tubuh dari tajamnya benda-benda tajam yang selalu menarik perhatian.

Dengan bertelanjang dada, kepala dibalut kain hitam, Celana hitam berumbai, kalung berbentuk tasbeh dengan biji besar yang disela-selanya terdapat botol-botol kecil yang menurut pengakuan sidin  (beliau) berisi berbagai minyak dan ramuan mulai dari minyak Rindu Menangis, Kijang Putih, Wali 9, Arjuna, Hanuman, Raja, hingga Al Fatihah, plus tas ransel tradisional khas Dayak yang biasa disebut dengan Butah.

itulah ciri khas Kai Api ketika manggung untuk mempertontonkan kebolehannya "memainkan" api di sekujur tubuhnya, mulai di mulut, lutut, ketiak, bahkan api berkobar juga dimasukkan sidin ke dalam celana.

dokpri
dokpri
Sosok Kai Api sering membuat histeris penonton di berbagai tempat sidin show, tidak jarang terlihat anak-anak yang menangis sampai terkencing-kencing melihat atraksi sidin, walaupun lebih banyak di antaranya yang terlihat sangat menikmati.

Ekspresi mata melotot sidin yang khas dan menghibur yang biasa dilanjut dengan tawa terkekeh sepeti sedang kegelian sehingga memperlihatkan deretan gigi yang tersisa satu dua saat beratraksi membelai-belaikan kobaran api ke seluruh tubuh.

Termasuk atraksi sidin yang paling banyak ditunggu-tunggu yaitu memasukkan tongkat api berkobar ke dalam celana dan seolah-olah sidin kentut tapi yang keluar malah api yang berkobar. Semuanya bikin sedap-sedap ngeri eh ... ngeri-ngeri sedap!

dokpri
dokpri

Apalagi kalau sidin menampilkan atraksi kebal seperti menusukkan sebilah Mandau ke cuping hidung yang bisa saja menyobek lubang hidung atau menusukkan sebilah pedang samurai tajam ke ketiak, bahkan mengiris-iriskannya ke lengan sidin.

Uniknya, sama sekali tidak terlihat ekspresi rasa kesakitan sedikitpun di wajah sumringah sidin. Sepertinya, sidin memang kebal api dan benda tajam.

Dalam sekali beraksi, sidin mengaku menghabiskan 7 liter minyak tanah  dan mengaku, rata-rata mendapatkan saweran dari penonton/pengunjung Siring Tendean yang ditempatkan dalam butah, berkisar antara Rp400-500 ribu/hari, walaupun ada yang pernah samapai tembus 2 jutaan.

Sedangkan untuk "show" di berbagai hajatan masyarakat, Kai Api membanderol tarif dari 5 - 7 jutaan sesuai dengan durasi yang disepakati.

Salah satu ciri khas Kai Api yang membuat banyak orang bersimpati adalah doa sidin kepada semua penonton/pengunjung yang hadir tidak peduli mereka nyawer atau tidak, sesaat sebelum mengakhiri pertunjukan dan mengemasi semua peralatan sidin, "Alhamdulillah, mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan selamat dunia akhirat". 

dokpri
dokpri
Muhamad Arsyad, itulah nama asli sosok Kai Api yang masih saja terus berolahraga dan berkarya di usianya yang tergolong senja.

Ya, Kai Api atau Muhamad Arsyad pria kelahiran Alabio, Hulu Sungai Utara itu tanggal 13 Maret 2019 yang lalu genap berusia 80 tahun.

Warga Antasan Kecil Timur Dalam, RT 14, Banjarmasin yang dianugerahi 10 orang anak dan 23 orang cucu ini memang mempunyai fisik yang masih prima di samping semangatnya yang tidak pernah padam untuk untuk terus berkarya.

Ke mana-mana sidin terlihat tidak memakai baju, bercelana selutut dan selalu memilih memakai sepeda onthel 

Menurut sidin, fisik prima di usia senja tersebut tidak terlepas dari "kerja keras" di masa muda sidin untuk selalu menjaga kebugaran. Maklum, sebagai atlit olahraga lari profesional, fisik dan stamina yang sehat dan bugar tentu menjadi syarat mutlak untuk tetap bisa bersaing di berbagai event lari yang diikuti.

Bahkan sampai saat ini, Kai Api tetap terus berolahraga lari maupun bersepeda untuk menjaga stamina dan hebatnya, sampai saat ini masih tercatat sebagai seorang atlet aktif di persatuan atlet veteran Indonesia Kalsel. Wooow!

Selain itu, lebih lanjut sidin memberikan rahasia sehat versi sidin, yaitu selalu bersyukur, berpikiran positif,  tidak sombong, ikhlas, tak mau stress, berusaha untuk selalu berbuat baik kepada sesama, selalu berserah kepada Allah SWT dan mungkin kebiasaan terminum minyak tanah saat atraksi serta selalu makan pisang yang dicelupkan ke minyak tanah (menurut sidin itu obat orang bahari atau orang jaman dulu agar jantung tetap sehat). "Itu yang menjadikan Kai masih segar, buga, kuat dan sehat sampai sekarang," Kata sidin.

Kai Api dengan Puluhan Medali dan Piagam (kalsel.prokal.co)
Kai Api dengan Puluhan Medali dan Piagam (kalsel.prokal.co)

Tidak tanggung-tanggung, level kejuaraan yang dimenangi sidin di masa mudanya tidak hanya level regional dan nasional saja, tapi juga internasional. Bahkan diusianya yang ke 55 atau 25 tahun yang lalu, Kai Api masih bisa mempersembahkan medali perak di ajang kejuaraan lari tingkat Asia.

Total medali dan trophy yang didapat sidin dari berbagai kejuaraan atletik, khususnya lari  dari berbagai level mulai regional, nasional maupun internasional ada sekitar 48 medali dan 68 trophy yang disimpan rapi di rumah sidin. 

Selain itu, dari olahraga lari tersebut sidin juga bisa menabung dan dari uang tabungan tersebut ditambah dengan uang dari nyambi menjadi tukang bangunan dan juga uang dari atraksi "membakar diri", sidin akhirnya bisa membangun rumah bedakan (kontrakan) berjumlah 20 pintu di daerah Beruntung Jaya Banjarmasin.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x