Mohon tunggu...
Kartika Eka H
Kartika Eka H Mohon Tunggu... Perajin Souvenir

...pembuat souvenir dan penikmat kuliner berkuah kaldu ..... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Pengalaman Seru Menyaksikan Detik-detik Gerhana Matahari Total dari Tengah Laut Perairan Belitung

27 Desember 2019   07:47 Diperbarui: 28 Desember 2019   06:34 251 29 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalaman Seru Menyaksikan Detik-detik Gerhana Matahari Total dari Tengah Laut Perairan Belitung
KN 4801 Bintang Laut (dokpri)

Waktu baru menunjukkan pukul 02.30 WIB, ketika alarm yang sengaja saya setting di HP saat itu benar-benar "menyalak" membangunkan kami, saya dan Ki Demang sesama "Laskar Gerhana Matahari" asli dari Purwokwerto yang malam itu kebetulan dapat kamar paling ujung dan paling atas di Hotel Puncak, Tanjung Pandan, Belitung.

Menurut panitia, karena untuk dua minggu sebelum dan sesudah GMT (Gerhana Matahari Total) Rabu, 9 Maret 2016, semua hotel di Pulau Belitung (jadi tidak hanya di Kota Tanjung Pandan saja!) full booked alias penuh, jadi tidak ada pilihan!

So, nikmati aja ya meski dapat kamar paling atas dan paling ujung! Pesen Om Gajah, salah satu panitia penanggung jawab akomodasi kami selama di Belitung. Emang benar sih, sejak masuk hotel terlihat banget kesibukan kru hotel dan tamu yang lalu-lalang di lobi, sampai-sampai untuk naik ke atas pakai lift harus sabar ikut antrian. Selain turis asing, sepertinya hotel ini dipenuhi para jurnalis yang datang dari berbagai negara dan daerah di Indonesia.

Takut kelewatan dan ditinggal bus panitia yang menurut rundown acara yang telah dibagikan sejak kami masih di rumah masing-masing seminggu sebelumnya.

Pukul 03.00 bis harus cabut dari hotel dan langsung menuju dermaga Tanjung Batu tempat tambat Kapal Patroli BAKAMLA (Badan Kemanan Laut) KN 4801 Bintang Laut yang sengaja disiapkan bagi kami, Laskar Gerhana Matahari untuk menyaksikan sekaligus mengamati detik-detik terjadinya salah satu fenomena alam paling akbar di abad 21 tersebut.

Siap-siap Berlayar dengan KN 4801 Bintang Laut (dokpri)
Siap-siap Berlayar dengan KN 4801 Bintang Laut (dokpri)

Sesampainya di dermaga Tanjung Batu, benar juga! Kami telah ditunggu oleh armada BAKAMLA berikut kru dan pasukan militer yang menyertai. Satu per-satu, "Laskar Gerhana Matahari" yang terdiri dari blogger, fotografer dan jurnalis berjumlah sekitar 20 orang plus beberapa  panitia langsung naik ke Geladak KN 4801 Bintang Laut.

Setelah prosesi selamat datang dari pimpinan BAKAMLA dan juga para awak kapal yang diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran acara,

Akhirnya kapal patroli KN 4801 Bintang Laut langsung bergerak di dalam gelap malam yang sama sekali tidak memperlihatkan apa-apa selain lampu-lampu dari dermaga dan beberapa lampu kapal yang ada di tengah lautan, termasuk lampu dari satu kapal pesiar mewah yang sejak sehari sebelumnya sudah sandar di perairan seputar Selat Berhala, Belitung.

Setelah berlayar beberapa jam, selarik cahaya merah di ufuk timur mulai menyeruak di angkasa seiring dengan kumandang Azan Subuh yang sayup-sayup mulai terdengar dan saat itu awak kapal KRI ternyata telah mempersiapkan karpet di geladak untuk sholat subuh berjamaah.

Sholat Subuh di Geladak KN 4801 Bintang Laut (dokpri)
Sholat Subuh di Geladak KN 4801 Bintang Laut (dokpri)

Ini pengalaman pertama saya dan juga sebagian besar "Laskar Gerhana Matahari"  melaksanakan sholat di atas kapal secara berjamaah lagi.

Sensasinya benar-benar luar biasa! Selain ombak yang terus menggoyang, arah berjalan kapal yang kadang-kadang berbelok membuat berdiri kami sempat sempoyongan.

Karenanya, belum apa-apa di pagi buta itu sudah ada teman Laskar Gerhana Matahari yang akhirnya harus tumbang alias mabuk laut dan akhirnya memilih rebahan atau setidaknya sholat sambil duduk.

Setelah remang cahaya pagi mulai menerangi bumi sesaat setelah Sholat Subuh berjamaah di atas geladak itu berakhir. Teman-teman langsung mempersiapkan semua senjata yang telah disiapkan untuk membidik kemunculan sang mentari pagi alias sunrise yang hari itu Insha Allah akan menjadi obyek perhatian manusia di seluruh pelosok bumi.

Setelah puas menikmati munculnya sang surya dari tengah lautan, kami dipersilakan oleh kru kapal untuk menjelajahi seluruh sudut kapal. Tentu saja, kesempatan emas yang belum tentu datang untuk kedua kalinya seumur hidup itu kami manfaatkan dengan baik.

Menatap Indahnya Sunrise (dokpri)
Menatap Indahnya Sunrise (dokpri)

Sambil membawa senjata perang masing-masing (kamera makdsunya...he...he...he...) kami menelusuri setiap jengkal konstruksi kapal perang tersebut. Seperti kabin awak kapal, ruang meeting, dapur, mushola, ruang hiburan, sampai ruang penjara, kemudi dan juga ruang mesin. 

Satu yang pasti, ruang-ruang aktivitas di dalam kapal ini semuanya mini alias kecil-kecil! Kontras dengan kru awak kapal yang berbadan tegap dan besar-besar!

Sambil menunggu datangnya moment puncak GMT yang akan terjadi pada pukul 07.23 WIB, Aktifitas kami diatas geladak kapal lebih banyak "ngobrol" dengan teman-teman baru dari BAKAMLA dan juga beberapa jurnalis dari media yang ikut.

Kelebihan menyaksikan GMT dari atas kapal adalah kita bisa mendapatkan spot angle terbaik dan paling ideal, untuk terbebas dari awan mendung yang beberapa hari terakhir terus memayungi langit Belitung, maklum masih masuk musim hujan, saat itu kapal Bintang Laut sampai harus beberapa kali pindah tempat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN