kaekaha
kaekaha wiraswasta

...penikmat musik, traveling, fotografi, berita bola, buku cerita, menulis humaniora dan kuliner berkuah kaldu ..... ingin sekali keliling Indonesia!

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Keunikan Desain Medali Asian Para Games 2018 yang Harus Kamu Tahu!

7 Oktober 2018   16:58 Diperbarui: 7 Oktober 2018   18:26 2215 16 5
Keunikan Desain Medali Asian Para Games 2018 yang Harus Kamu Tahu!
Kompas.com


Asian Para Games 2018 Medals Have Braille Font That Can Help Eyes-Impaired Athletes Easily recognizing  The Type of Medals. All Medals Contain Beads That Can Produce Sounds When They Are Shaken. The Sound Comes From The Beads Inside The Medals.

Bersumber dari akun Twitter dan Instagram INAPGOC  (Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee) atau panitia pelaksana Asian Para Games di Indonesia 2018, akhirnya desain unik dan khas medali untuk para juara di ajang olahraga paralimpian se-Asia yang ketiga ini akhirnya terkuak!  Intinya, Indonesia memang selalu bisa menjadi pembeda!

INAPGOC dari awal memang sudah bertekad menjadikan Asian Para Games 2018 di Jakarta,  sebagai ajang olahraga sekaligus pertemuan persaudaraan dan kemanusiaan yang paling berkesan bagi paralimpian berikut tim official dari negara-neagara Asia pesertanya jika dibandingkan dengan ajang-ajang sejenis sebelumnya.

Tidak mau main-main, INAPGOC sudah mempersiapkan secara spesial dua "benda" wajib yang akan diberikan khusus kepada para juara dari semua cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu medali dan souvenir berupa boneka maskot Asian Para Games 2018 yang bernama Si Momo

Kedua benda simbol dari prestasi tertinggi ini, didesain dengan unik, menarik dan tentunya akan memberi manfaat yang luar biasa kerennya!

Pada hari Jumat (5/10/2018), Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC) secara resmi memperkenalkan secara detail desain unik dan menarik dari tiga jenis medali yang akan diperebutkan pada ajang Asian Para Games 2018 tersebut kepada masyarakat.

Desain grafis ukiran dari medali Asian Para Games 2018 yang terbuat dari bahan dasar besi solid berlapis emas, perak dan perunggu itu dirancang langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal INAPGOC, Ferry Kono.

Liputan6.com
Liputan6.com
Bagian depan medali terdapat logo serta sesanti Asian Para Games 2018, "The Inspiring Spirit and Energy Of Asia", sedangkan di bagian belakang medali terdapat logo Asian Paralympic Committee (APC), serta tulisan yang menggunakan huruf braille yang bertujuan untuk memudahkan penyandang tuna netra mengenali jenis medali.

Selain itu, keunikan lain dari medali  Asian Para Games 2018 adalah munculnya suara gemerincing jika medali tersebut digoyang-goyangkan. Suara gemerincing itu berasal dari manik-manik logam atau bola-bola logam kecil yang terdapat di dalam kepingan medali. Bunyi gemerincing pada medali Asian Para Games 2018 ini juga bukan tanpa maksud lho! Sepertinya halnya keberadaan tulisan dengan huruf Braille di bagian belakang medali, bunyi gemerincing medali juga dimaksudkan untuk membantu paralimpian atau atlit disabilitas lebih mudah mengenali medali yang diterimanya.

Uniknya lagi, masing-masing medali mempunyai intensitas suara gemerincing yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini dikarenakan perbedaan isi dari manik-manik atau bola-bola logam di masing-masing medali. 

Untuk medali emas, suara gemerincingnya paling kencang karena berisi manik-manik atau bola-bola logam paling banyak, yaitu sebanyak 26 biji, berikutnya disusul medali perak dengan isi 20 biji dan terakhir medali perunggu dengan isian sebanyak 26 biji manik-manik atau bola-bola logam kecil.

Memang, munculnya ide unik untuk desain medali Asian Para Games 2018 yang akan diperebutkan oleh 2.762 atlet dalam 512 nomor pertandingan dari total 18 cabang olahraga ini tidak murni dari Indonesia sendiri, tapi dari Tarek Souei, CEO Asian Paralympic Committee (APC) yang terinspirasi dari medali yang diperebutkan di ajang  Paralimpiade Rio 2016.

Kebetulan atlet powerlifting Indonesia, asal Bali Ni Nengah Widiasih, meraih medali perunggu pada ajang Paralimpiade Rio 2016, sehingga medali tersebut dipinjam oleh INAPGOC untuk dijadikan sample.

Sayangnya, medali-medali cantik dan unik yang membutuhkan waktu produksi selama 4 bulan ini tidak di produksi di Indonesia, tapi harus dipesan di Guangzhou, China. Kenapa ya?

Grafis : era.id
Grafis : era.id
Si Momo Boneka Maskot multi manfaat

Si Momo adalah maskot resmi Asian Para Games 2018 yang terinspirasi dari kegesitan si burung gagah berani yang juga jagoan menyelam di laut kebanggaan masyarakat ibu kota Jakarta, Elang Bondol alias bald eagle (haliastur indus) burung endemis dari Pulau Seribu, Jakarta yang terancam punah dari habitatnya dan dilindungi oleh pemerintah melalui UU No.5 tahun 1990 dan diatur dalam PP No.7 tahun 1999.

Burung bermata tajam yang bisa dikenali dari ciri khusus berupa warna putih terang dari kepala ke dada (seakan-akan terlihat seperti botak alias gundul, sehingga di namai bondol) sementara bagian lain tubuhnya berwarna coklat gelap ini sebelum diadaptasi menjadi maskot event Asian Para Games 2018 dengan memakai sabuk atau ikat pinggang laki-laki khas Betawi, lebih dulu dikenal sebagai maskot dari  Propinsi DKI Jakarta (1989) dan kemudian juga diabadikan menjadi logo armada Trans Jakarta dengan gambar lengkap berupa burung elang bondol yang menggenggam tiga buah salak (condet).

Nantinya, semua peraih medali juga akan mendapatkan boneka maskot Asian Para Games 2018, si Momo yang telah didesain dengan sangat cantik, unik dan menarik dimana masing-masing boneka berisi flash disk dan power bank untuk baterai ponsel. Bagaimana keren kan?